Anggaran/Ilustrasi

APBD-P 2021, Pemkot Makassar Tingkatkan Anggaran BTT Rp250 Miliar

Kamis, 30 September 2021 | 14:11 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memutuskan meningkatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 400% pada APBD Perubahan 2021. Atau mencapai Rp250 Miliar.

Diketahui, BTT Pemkot Makassar pada APBD Pokok 2021 dianggarkan hanya sebesar Rp50 Miliar. Jumlah itu pada Parsial sempat ditingkatkan menjadi Rp368 Miliar untuk program Makassar Recover.

Anggaran yang sempat digunakan sebesar Rp175 Miliar. Sehingga, total setidaknya meningkat sebesar Rp75 Miliar.

Disampaikan Plt Kepala BPKAD Kota Makassar, Muhammad Dakhlan, peningkatan jumlah anggaran BTT adalah imbas dari sejumlah program. Di mana yang dicanangkan di Makassar Recover.

“Diantaranya Isolasi Apung, Satgas Raika, Swab On the Road, penyekatan di titik masuk dan beberapa kegiatan lain. Makanya persentasenya naik, sampai saat ini realisasinya sekitar Rp178 Miliar lebih,” terangnya.

Peningkatan anggaran menjadi Rp250 Miliar lantaran Pemkot telah mengkalkulasi program-program Makassar Recover masih terus berlanjut. Termasuk penambahan item kegiatan, meskipun status Makassar tak lagi menyandang level IV.

“Jadi ini pasti masih bertambah. Karena ada bebrapa kegiatan yang masih jalan, meskipun mungkin kini level makassar menjadi PPKM level II,” lanjut Dakhlan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan peningkatan anggaran BTT 400% tersebut senjaga dilakukan. Pihaknya ingin mengantisipasi lonjalan kembali kasus Covid-19.

“Pada saat ini dinilai wajib menyediakan anggaran guna pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang sewaktu-waktu bisa digunakan,” kata Danny.

Hal ini, kata dia, telah berkesesuaian dengan keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19. Serta Permendagri Nomor 39 tentang Pengutamaan Penggunaan Alokasi Anggaran untuk Kegiatan Tertentu, Perubahan Alokasi, dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Kenaikan 400% menjadi 250 milliar, kegiatan tersebut perlu sinkronisasi karena kondisi Pandemi Covid-19,” tutup Danny. (*)


BACA JUGA