Suasana pelaksanaan ANBK di Gowa.

Pelaksanaan ANBK 2021 di Sejumlah Sekolah di Gowa Berjalan Lancar

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:52 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM–Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Gowa berjalan lancar.

Pelaksanaan ANBK sendiri berlangsung secara bertahap. Tahap pertama dilaksanakan tanggal 4 dan 5 Oktober 2021 kemarin. Sementara tahap kedua dilaksanakan tanggal 6 dan 7 Oktober 2021.

Kepala Sekolah SMPN 2 Barombong, Hj. Nurmi, S.Pd. M.Pd mengatakan bahwa, pelaksanaan ANBK pada satuan pendidikan menengah pertama sudah dimulai.

Menurut dia, teknis pelaksanaan itu dilaksanakan dua gelombang. Semua pelaksanaan ANBK pun diakui berjalan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan ANBK di sekolah kami berjalan,” katanya, Rabu (6/10/2021).

Dikatakan bahwa, pelaksanaan ANBK tersebut berjalan lancar lantaran pihak sekolah sudah mempersiapkan pelaksanaan ANBK sejak beberapa bulan lalu.

“Kita harus mengikuti rangkaian simulasi dan galdi bersih, selain itu tahap sosialisasi pada siswa yang menjadi peserta sampling dan orang tua sudah kami lakukan melalui zoom terkait pentingnya kegiatan ini,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Proktor/Teknisi SMPN 1 Bajeng, Askar S.Pd. Menurut dia pelaksanaan ANBK juga di SMPN 1 Bajeng berjalan lancar tanpa kendala.

“Alhamdulillah di sekolah kami tidak mengalami kendala, dan alur pelaksanaannya berjalan lancar seperti yang diharapkan. Semoga di hari kedua ini pelaksanaan tetap tidak ada kendala,” ujarnya.

Sementara itu, Tim AT Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia 2019 Gowa, Suherwin menuturkan pelaksanaan ANBK 2021 di Gowa cukup berjalan dengan baik dan lancar.

Meskipun ada beberapa sedikit kendala yang dialami di lapangan, namun menurutnya hal itu bisa diatasi.

Dijelaskan Suherwin, pelaksanaan ANBK ini ada dua model. Yaitu semi online dan full online. Kendala pada full online, bukan cuman persoalan jaringan sekolah tapi akses online pada exambro client juga berpengaruh.

“Bisa saja disebabkan banyaknya sekolah yang melaksanakan full online sehingga aksesnya juga mengalami kendala,” jelasnya.

Meski demikian tambah Suherwin, seluruh Tim Helpdeks dari tingkat provinsi dan kabupaten cepat merespon ketika sekolah mengalami kesulitan dan kendala di lapangan.

“Kami tim teknisi lapangan di Gowa cukup berhasil dengan melihat wilayah Gowa sebagian besar dataran tinggi yang akses jaringan susah,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA