Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy saat menandatangani MoU PPM-PKPM di Hotel Four Points by Sheraton, Jumat (08/10/2021)

Teken MoU, Vale Indonesia Dorong Pengembangan Desa Mandiri di Luwu Timur

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 08:39 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berupaya mendukung program pemerintah di segala lini. Terkhusus program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pendekatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM).

Program itu telah dilaksanakan sejak 2018 di Luwu Timur melalui sinergi kemitraan. Mereka yang terlibat adalah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Pemprov Sulsel dan Pemkab Luwu Timur.

Implementasi program yang telah berjalan itu juga ditandai dengan penandatanganan kerjasama pada November 2018 lalu. Dan kembali dilakukan MoU di Four Points by Sheraton, Jumat (08/10/2021).

Dalam penandatanganan MoU kali ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa PDTT, A Halim Iskandar. Kemudian Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, dan Bupati Luwu Timur, Budiman.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy memandang program PPM-PKPM perlu didorong untuk dipercepat. Apalagi, sejumlah desa di Lutim punya potensi unggulan yang patut dikembangkan.

“Program pengembangan ini berevolusi dan berkembang terus kemudian mencemarti target baru terkait pembangunan desa. Kita berfokus pada pengembangan kawasan,” ungkap Febriany.

“MoU ini mempunyai tujuan yang mulia, yang sejalan dengan Vale, membawa kemakmuran bersama dan berkelanjutan. Spirit yang kami selalu adopsi SDGs desa yang selalu disampaikan bapak Menteri,” sambungnya.

Untuk itu, Febriany juga bilang, PT Vale Indonesia akan terus mengawal program ini sampai benar-benar mencapai target. Koordinasi antar pihak pun akan terus dilakukan.

“Tentu ini adalah langkah awal. Nanti kita akan sama-sama memonitor, mengevaluasi supaya dampaknya kita bisa lihat dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT, A Halim Iskandar memberikan apresiasinya terhadap kerjasama multipihak ini. Pengembangan desa melalui sinergitas ini diharapkan juga bisa menambah daya tarik Luwu Timur.

“Yang semua itu tidak lain hanya untuk satu tujuan, percepatan pembangunan desa yang dalam konteks ini di Luwu Timur. Apalagi tadi jelas lagi yang sudah dan sedang akan dilakukan. Dan semua betul-betul ke arah kebijakan pemeirntah desa,” jelasnya.

“Harapannya akan terbangun rualisasi. Bukan lagi urbanisasi. Kembalinya orang desa ke desanya. Kita ingin menurunukan minat minelial ke kota,” tutup A Halim Iskandar.(*)