Rektor ITB Nobel, Mashur Razak dalam sharing session bertajuk "From Zero to Hero" di ruangan 401 ITB Nobel Indonesia, Jumat (08/10/2021)/Ist

Rektor ITB Nobel Ajak Mahasiswa Tingkatkan Daya Saing

Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:19 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Mashur Razak tak hentinya berbagi inspirasi dan motivasi, khususnya bagi Kepala Bagian (Kabag) dan staf. Padahal sudah memasuki masa baktinya yang telah menyentuh tiga periode.

Ia menyampaikan itu dalam sharing session bertajuk “From Zero to Hero” di ruangan 401 ITB Nobel Indonesia, Jumat (08/10/2021). Mantan Direktur ASMI YAPIKA periode 1999-2000 ini pun menyampaikan kepada seluruh kabag dan staf dilingkup ITB Nobel Indonesia, agar tak berhenti mengembangkan karirnya di masa mendatang.

“Bagi yang belum mendaftar S2, daftar saja. Sekolah itu perlu modal nekad, jangan terlalu banyak berpikir. Karena kalau tidak, tidak akan berjalan itu.” urainya.

Ia mengaku tak ingin kalah dalam persoalan menuntut ilmu. Persoalan biaya bukanlah hal yang terlalu ia serius buatnya. Sebab, dirinya meyakini sebagai orang yang beragama, Tuhan maha kaya dan pemurah.

Selain itu, kata orang nomor satu di Nobel ini menambahkan, organisasi menjadi poin penting lainnya yang perlu dilakukan. Agar menjadi sukses.

“Memang saya jarang di kantor. Karena tugas pimpinan, mengembangkan koneksi, yang mengeksekusi wakil rektor. Ada manfaatnya. Saya bisa rekrut jadi doktor. Akhirnya, kita memiliki rasio dosen doktor paling tinggi di Nobel,” tegasnya.

Olehnya, Mantan Ketua I Bidang Akademik STMIK periode 2000-2008 itu membeberkan ada 3 kunci sukses untuk meningkatkan karir yang ia namakan 3C. Yakni Concept (Konsep), Competence (Kompetensi) dan Connection (Koneksi).

Untuk mendapatkan konsep, kata dia, berdasarkan pengalamannya selama 34 tahun, cara mudah untuk memiliki konsep melihat kegiatan atau program dari kampus lain. Lalu menyalin hal tersebut dan selanjutnya memperbaiki dengan cara atau kreativitas kita masing-masing.

“Konsep secara sederhana artinya setiap orang harus memiliki visi, ide, dan inovasi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan organisasi dimana ia bekerja. Dimana pun kita bekerja dan bertanggung jawab, kita harus punya ide,” tukasnya. (*)