Syamsul Bachri jadi narasumber pada penutupan Pendidkan PKPA Peradi Makassar di Hotel Ramcy, Makassar, Sabtu (23/10/2021)/Ist

Penutupan Pendidikan PKPA Peradi Makassar, Syamsul Bachri Jadi Narasumber

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:39 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat PKPA dilaksanakan oleh Peradi Makassar berkerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Parepare. Kegiatan berlangsung di Hotel Ramcy, Makassar, Sabtu (23/10/2021).

Hadir menjadi narasumber yakni Syamsul Bachri. Ia tampil sebagai praktisi hukum dan memperkuat pemahaman para peserta PKPA.

Ia menjelaskan bahwa penelusuran hukum dalam dunia Peradilan Indonesia sangat penting bagi calon advokat. Itu demi mendukung segala aktivitas kepengacaraan dan keilmuan dalam subtansi beracara.

“Bahwa calon advokat dalam kegiatan PKPA ini, berharap setelah menjadi advokat nanti dapat tampil untuk membela klien berdasarkan subtansi keadilan, walaupun sebagai advokat baru tetapi jangan merasa minder dengan advokat yang lebih duluan,” katanya.

“Advokat itu harus percaya diri tampil berani dengan berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman, oleh karena advokat baru belum memiliki pengalaman maka tentu harus terlebih dahulu ikut dalam dengan advokat yang lebih senior,” sambung Syamsul.

Syamsul juga menegaskan bahwa advokat dalam memberikan pendampingan hukum tidak boleh sekali-kali menjanjikan kemenangan kepada klien. Jika hal ini terjadi maka sudah melanggar kode etik advokat.

Pekerjaan advokat sebagai penerima kuasa, sebutnya, adalah sungguh hanya untuk keadilan. Mereka harus bekerja secara profesional.

“Oleh karena itu dalam penelusuran hukum penting dalam rangka upaya mengetahui sumber hukum, penguatan nalar berpikir dan sebagainya,” tandasnya.

Syamsul Bachri tampil sebagai praktisi hukum Advokat, dosen Pascasarjana UIT Makassar, ketua BPPH Pemuda Pancasila Gowa, Ketua LBH Fokus Keadilan dan beberapa lembaga yang diembannya. Namanya cukup populer dikalangan advokat dan akademisi kota Makassar. Ia juga mengajar di beberapa kampus di makassar, bone, gowa, dan ditempat lain. (red).

Lebih jauh, Syamsul Bachri mengatakan bahwa selain penelusruan hukum itu penting bagi calon advokat, juga pengdmisintrasi hukum. Sebab, pengadministrasian hukum adalah cara untuk memudahkan pekerjaan.

“Di mana setiap kali kita butuh referensi dapat kita temukan lebih cepat dimana kita butuh peraturan perundang-undangan juga akan lebih cepat kita dapatkan, dengan catatan pengadministrasian dibuat secara teratur,” jelasnya.

“Menjadi seorang advokat tidak semudah yang ita bayangkan, tetapi jika kita mengikuti proses secara bertaahap saya percaya jauh akan lebih cepat bekerja secara profesional,” tutup Syamsul. (*)


BACA JUGA