Namanya Gowakab-CSIRT, Gowa Daerah Pertama di Indonesia Timur Miliki Keamanan Siber

Kamis, 02 Desember 2021 | 09:04 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa menjadi kabupaten pertama di Indonesia Timur, dan kedelapan dari 517 kabupaten/kota di Indonesia, yang memiliki Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dan dinamai Gowakab-CSIRT.

Hal itu diungkapkan Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah BSSN di Badan Siber dan Sandi Negara, Hasto Prastowo, saat menghadiri Launching CSIRT, Penerbitan Tanda Tangan Elektronik dan Aplikasi Disposisi Online, di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (1/12/2021).

“Dalam RPJMN, BSSN diharapkan membentuk 121 CSIRT, di tahun 2021 ini kita sudah membangun 35 CSIRT di tingkat kementerian/lembaga dan daerah. Kabupaten Gowa ini menjadi kabupaten/kota pertama lingkup Sulawesi, sementara lingkup nasional itu kedelapan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia,” ungkapnya.

Hasto Prastowo mengaku, inovasi ini sangat bagus dilakukan, mengingat sesuai dengan kebutuhan zaman di era teknologi, karena CSIRT tersebut yaitu suatu tim yang akan melindungi dan menjaga sehingga tata kelola digitalisasi yang dilakukan di Kabupaten Gowa bisa terjaga dan dapat dipercaya masyarakat.

“Ancaman bisa datang dari luar dan dalam, sistemnya sendiri bagiamana, itu yang harus kita jaga. Jadi kita melindungi ditahap antisipasi sehingga tidak tertinggal di zaman teknologi yang menjadi kebutuhan saat ini,” tambahnya.

Sementara Penjabat Sekretaris Daerah Gowa, Kamsina mengatakan saat inu rentannya informasi atau data terhadap ancaman yang juga menggunakan perangkat atau jejaring elektronik, sehingga keberadaan manajemen sekuriti yang dilaunching hari ini yang dinamakan Gowakab-Csirt menjadi jawaban untuk melindungi dan menjaga keamanan transaksi yang bermediakan elektronik.

“Manajemen Security ini memiliki fungsi yang melindungi jaringan dan sistem telekomunikasi dari akses-akses ilegal baik berupa user aksi maupun hal lain yang mempengaruhi fungsi-fungsi dari jaringan atau sistem tersebut,” jelasnya.

Kepala Dinas Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni menjelaskan CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber yang dicanangkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.

“Pembentukan Gowakab-CSIRT dan sertifikat memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman keamanan siber di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa kerjasama sinergitas pengamanan siber antar instansi,” jelasnya.(*)