DPRD Makassar

Dewan Bilang Target PAD 2 Triliun Tak Berat, Bapenda Siapkan Gebrakan Baru

Rabu, 05 Januari 2022 | 03:22 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar akan melakukan gebrakan baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun 2022 ini. Dimana pengakuan DPRD Makassar bahwa target 2 Triliun PAD tidak berat itu menjadi motivasi bagi Bapenda untuk terus menggali pendapatan.

Kepala Bapenda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra mengatakan pihaknya bakal melakukan gebrakan baru seperti digitalisasi pajak dan penataan reklame yang menjadi prioritas utama. Firman menuturkan akan ditempatkan CCTV, salah satunya untuk memantau perkembangan jumlah pengunjung di restoran.

“Nanti laskar pelangi akan mengecek pajak restoran jika tidak sesuai dengan aplikasi. Kalau ada yang nakal. Jadi mereka turun asesmen untuk detailnya,” tuturnya.

Pada era digitalisasi ini masyarakat juga bisa mengecek pajak mereka melalui pbb.go.id. Apalagi, penataan ulang manajemen di tubuh BUMD beberapa waktu lalu, diyakini membawa perubahan pada masing-masing Perumda.

Sebagaimana para Direksi pada perusahaan umum daerah (Perumda) merampungkan pembenahan internal Perumda. Seperti rasionalisasi pegawai atau memangkas jumlah pegawai di tubuh perumda. Sehingga jumlah pegawai menyesuaikan dengan anggaran perusahaan daerah.

“Rasionalisasi pegawai tentunya menghitung kebutuhan riil. Dilakukan juga restrukturisasi kelembagaan serta perbaikan business plan,” kata Anggota Tim Percepatan Penataan BUMD, Aminuddin Ilmar. I

Sebelumnya Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, HM Yunus saat dikonfirmasi mengatakan, pemerintah kota tak akan kesulitan untuk mencapai target 2 triliun pada 2022.

“Tinggal memaksimalkan kinerja Perusda di Kota Makassar, target tersebut bisa tercapai,” kata Yunus, Selasa, 4 Januari 2022.

Diketahui realisasi pendapatan pemerintah kota pada tahun 2021 hanya mendapatkan hanya 900 miliar. Menurutnya, perlu ada upaya lebih untuk meningkatkan PAD.

“Kalau sebenarnya mau bekerja, Perusda saja itu yang bekerja sudah bisa mencapai 2 triliun. Terutama dari PD Parkir dan PD Pasar, kecil itu kalau 2 triliun asalkan dua saja Perusda itu bekerja, kecil itu,” ujarnya.

Yunus mencontohkan, PD Parkir misalnya sudah bisa mendapatkan pendapatan yang sangat besar asalkan memaksimalkan kinerjanya.

Apalagi di Kota Makassar, ada banyak kendaraan yang parkir setiap hari. Tentu jika PD Parkir bekerja maksimal, dapat mencapai pendapatan yang besar.

“Coba kali dulu motor dan mobil yang ada di Kota Makassar yang bergerak setiap hari dan yang parkir setiap hari kali sekian, kira-kira itu bisa sampai triliun di luar pendapatan yang lain,” jelasnya.(*)


BACA JUGA