Pemkab Gowa Siap Berkolaborasi dengan Program Sekolah Penggerak Kemendikbud

Selasa, 18 Januari 2022 | 23:49 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa siap berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat terkait Program Sekolah Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini diungkapkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menerima audiens Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Rapat Bupati Gowa, Selasa (18/1/2022).

pt-vale-indonesia

Ia mengaku Pemerintah Kabupaten Gowa memang sedang merancang program merdeka belajar sejak empat bulan lalu, sehingga kehadiran Program Sekolah Penggerak yang merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar dari Kemendikbud bisa diintegrasikan dengan program yang dirancang oleh Pemkab Gowa.

“Kami siap untuk program bagian dari Merdeka Belajar ini dan semoga bisa diintegrasikan dengan program yang kita rencanakan agar Gowa bisa menjadi percontohan. Karena kami sebenarnya sudah merancang hal itu sejak 4 bulan lalu dan jika program ini berjalan dengan baik kita ingin mas menteri bisa datang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan LPMP Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Halim Muharram menjelaskan Program Sekolah Penggerak yang merupakan rangkaian dari Merdeka Belajar yakni suatu bentuk pelayanan pendidikan secara maksimal kepada masyarakat dengan memfokuskan pada suatu proses pembinaan dengan pola kekinian berdasarkan pembelajaran panjang oleh keberlakuan beberapa kebijakan.

“Jika dulu ada istilah sekolah rujukan, unggulan, RSBI dimana semuanya memiliki indikator yang berbeda maka kebijakan pak menteri menghadirkan Program Sekolah Penggerak ini, sehingga istilah-istilah lain itu dengan sendirinya ditiadakan. Pola ini kita jadikan sebagai basis pelayanan yang merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat melalui satuan pendidikan,” jelasnya.

Abdul Halim mengaku program ini harus dipahami betul oleh pemerintah daerah sehingga ada dukungan, pendampingan, yang kemudian nantinya akan lakukan sebuah MoU sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah, sehingga silaturahmi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam mengawal program agar menjadi sentra pelayanan atas kolaborasi daerah dan pusat.

“Jadi nanti konsep penunjukan sekolah penggerak ditentukan oleh kemampuan kompetensi kepala sekolah. Seleksinya dilakukan tim pusat dan seluruh level/jenjang. Begitu nanti sudah di SK kan selain sekolah itu mendapatkan BOS reguler dengan sendirinya akan mendapatkan BOS kinerja,” tambahnya.(*)


BACA JUGA