PSRLB yang menerapkan metode SRI Organik dihadirkan secara resmi di Blok Bahodopi, tepatnya di areal persawahan Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Sulteng, Minggu (13/02/2022)/Ist

Vale Indonesia Tanam Perdana SRI Organik di Uluere

Selasa, 15 Februari 2022 | 17:14 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MOROWALI, GOSULSEL.COM – Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang telah dicanangkan PT Vale Indonesia Tbk sejak 2015 di Blok Sorowako kini berekspansi. Dan sudah ke area pemberdayaan lainnya.

Kali ini, PSRLB yang menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik. Cara ini dihadirkan secara resmi di Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tepatnya di areal persawahan Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur pada Minggu (13/02/2022).

pt-vale-indonesia

Tanam perdana SRI Organik dihadir Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram, Ketua dan Anggota Komisi 3 DPRD Sulteng, Sonny Tandra. Hadir pula Kabid Pertambangan Umum ESDM Sulteng, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Andi Irman, dan Camat bungku dan Kepala Desa area pemberdayaan Vale Indonesia yang menerapkan program ini.

Pemerintah Kabupaten Morowali mengapresiasi program yang dilaksanakan PT Vale, karena sejalan dengan apa yang sedang digalakkan pemerintah saat ini. Apalagi memang, program organik memberikan banyak manfaat utamanya pada lingkungan dan kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali, Andi Irman mengatakan, sejak tiga tahun yang lalu program pertanian organik sudah dikembangkan. Salah satunya telah diterapkan di Desa Kolono.

“Desa Kolono menjadi salah satu desa yang menerapkan program SRI Organik dan memiliki sertifikasi organik. Kelompok tani diharapkan untuk senantiasa menjaga ekosistem lahan tersebut agar tetap organik,” ucap Andi Irman.

“Karena yang dilakukan PT Vale mendukung dan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, adalah sesuatu yang harus kita apresiasi dan komitmen petani peserta ajar dan petani-petani lainnya, untuk menjadikan lahan kita adalah lahan organik menjadi sesuatu yang menjadi harapan bersama,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, jika saat ini keberadaan pupuk kimia semakin dikurangi. Bahkan, kedepan kemungkinan subsidi pupuk untuk petani dicabut.

“Sehingga, kalaupun ada harganya pasti akan sangat mahal. Tentunya, hadirnya pertanian organik menjadi solusi permanen pembangunan pertanian dalam memenuhi kebutuhan pupuk,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram menuturkan, program SRI Organik sangat baik. Tentunya, kedepan juga harus dipikirkan serapan hasil pertaniannya.

Sementara itu, Manager External Relations PT Vale Indonesia Blok Bahodopi, Asriani Amiruddin menuturkan, program pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan merupakan salah satu Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Khususnya masyarakat tani yang berada didaerah pemberdayaan Vale Indonesia di blok Bahodopi.

Program ini tentu mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional. Tiga Kawasan tersebut, kawasan wilayah kerja, kawasan wilayah peran dan kawasan wilayah sosial dengan mengedepankan belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alamiah mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan.

“Kami berharap program ini bisa memberikan nilai tambah bagi petani, apalagi SRI Organik ini banyak memberikan manfaat tidak saja terhadap lingkungan, tapi juga bisa meningkatkan ekonomi petani,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Vale Indonesia memberikan pendampingan dan pelatihan PSRLB selama 3 bulan yang melibatkan para kelompok tani di empat desa binaan. Antara lain, Desa Bahomatefe, Desa Bahomoahi, Desa Ululere, dan Desa Kolono.

Tanam padi perdana ini merupakan wujud implementasi dari pendampingan dan pelatihan itu sendiri. Selain itu, kelompok tani yang juga disebut sebagai warga belajar diberikan pelatihan terkait tanaman herbal, penanaman padi dipekarangan, penanaman sayuran organik, dan penanaman padi di sawah. (*)


BACA JUGA