Sebanyak 33 mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia resmi dikukuhkan menjadi sarjana pada Jumat (18/02/2022/Ist

33 Mahasiswa ITB Nobel Indonesia Dikukuhkan Jadi Sarjana

Sabtu, 19 Februari 2022 | 21:30 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 33 Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi dikukuhkan menjadi sarjana pada Jumat (18/02/2022). 32 diantaranya dari prodi manajemen, sementara 1 berasal prodi akuntansi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Nobel Indonesia, Ahmad Firman mengatakan, Mahasiswa yang dikukuhkan berasal dari Strata Satu (S1). Dan jumlah tersebut berpotensi akan mengalami kenaikan.

pt-vale-indonesia

“Insya Allah kita pasti akan ada yudisium berikut, karena kita rencana wisuda bulan 5, prosesi yudisium ini prosesi yang normal di akademik,” katanya di ruangan 401, Jalan Sultan Alauddin.

Sementara itu, Rektor ITB Nobel Indonesia, Badaruddin mengatakan proses tersebut bukanlah sebuah akhir. Melainkan sebuah awal menghadapi dalam dunia kerja di era industri 4.0.

“Sarjana itu bukanlah akhir dari proses kita belajar, kalau kata Steve Jobs stay foolish and stay hungry. Teruslah menjadi haus dan lapar akan ilmu pengetahuan,” katanya saat memberikan arahan.

Bahkan dirinya menegaskan, saat ini Indonesia masuk dalam bonus demografi. Di mana nantinya, banyak pekerjaan yang mulanya dilakukan oleh manusia akan digantikan oleh robot.

“Tentu, persaingan tenaga kerja akan berkurang, dimasa sekarang sudah 70 persen dimasa produktif orang Indonesia, sehingga kalau mereka mau bersaing dengan 70 persen itu kan banyak orang bersaing untuk bekerja,” ucapnya.

“Sehingga mereka perlu dibekali jiwa entrepreneur, kita selalu arahkan mulai dari masuk di Nobel kita ingin Mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja bukan pencari kerja,” tambah Badaruddin.

Maka dari itu, grafik hidup akan terus berjalan seiring dengan perkembangan usia dan zaman. Jika tidak memanfaatkan waktu secara baik, maka akan berada di posisi paling bawah.

“Oleh karena itu, kesempatan yang baik adalah kesadaran yang awal, kalau tidak menyadari dari awal maka anda akan kehilangan kesempatan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA