Gedung Indosat Ooredoo Hutchison/Ist

Pendapatan Indosat Ooredoo Hutchison Naik 12,4 Persen di Tahun 2021

Rabu, 23 Februari 2022 | 13:00 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Perusahaan telekomunikasi,Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melapirkan pendapatan yang naik 12,4 persen year on year/YoY menjadi Rp31.388,3 Miliar selama tahun 2021. Hal itu didorong fokus perusahaan antara lain pengalaman pelanggan serta investasi belanja modal jaringan yang tepat.

“Kami telah mampu memberikan kinerja yang kuat dan konsisten dalam tiga tahun terakhir karena pelaksanaan strategi perubahan kami yang terfokus,” ungkap President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Selasa (22/02/2022).

Di sisi lain, EBITDA ikut meningkat 21,4 persen YoY menjadi Rp13.885,5 miliar. Penyebabnya didorong oleh pertumbuhan top-line yang berkelanjutan dan inisiatif pengoptimalan biaya yang berkelanjutan.

Laba Bersih Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp6.750,9 Miliar. Sedangkan pendapatan seluler melonjak 10 persen (YoY) menjadi Rp25.398,5 Miliar.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mempercepat transformasi digital, Perseroan berhasil meluncurkan layanan komersial 5G di beberapa daerah. Seperti Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Ini juga memperluas jangkauan jaringan 4G berkualitas video di seluruh negeri. Berikut dengan membangun 187 sites baru untuk menyediakan konektivitas internet ke ratusan desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pada tahun 2022, dengan skala dan kekuatan yang lebih besar, Indosat Ooredoo Hutchison memiliki posisi yang lebih baik untuk mendorong inovasi. Serta menghadirkan pengalaman dan layanan digital kelas dunia kepada pelanggan.

“IOH akan terus fokus untuk mendorong sinergi di seluruh aset dan jaringannya, menciptakan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham, serta mempercepat pertumbuhan transformasi digital Indonesia,” kata Vikram Sinha.

Terakhir, Vikram mengatakan dalam jangka panjang, Perseroan akan mendukung pemerintah dalam pemerataan akses teknologi digital di Indonesia. Adapun dengan memperkuat infrastruktur jaringan dengan penambahan 11.400 site baru dan perluasan jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru di seluruh tanah air, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025. (*)


BACA JUGA