Integrated Farm Jurus Kementan Tingkatkan Pendapatan

Sabtu, 05 Maret 2022 | 10:33 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

ACEH, GOSULSEL.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong masyarakat di Provinsi Aceh untuk mengembangkan konsep Integrated Farming sebagai konsep pertanian masa depan yang berkelanjutan. Konsep ini bahkan terbukti menguntungkan karena semua proses bertaninya saling berkaitan baik tanaman pangan maupun peternakan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa Provinsi Aceh selama ini merupakan Provinsi subur yang memiliki potensi pertanian luar biasa, juga banyaknya SDM unggul yang tersebar di seluruh desa.

“Aceh itu bagus banget karena ada gunung, bukit dan laut. Banyak tempat yang tidak semua seperti Aceh. Ini karunia Allah yang luar biasa. Karena itu Aceh harus juara besok. Saya mau integrated farmingnya ditingkatkan lagi karena konsep ini sangat menguntungkan,” ujar SYL di Gampong Blang Miro, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (04/03/2022).

Sebagai informasi, Provinsi Aceh saat ini sedang mengembangkan konsep integrated farming di sejumlah wilayah. Sebagai rincian, ada 5005 ha tanaman padi dan 5000 ekor peternakan sapi. Khusus untuk padi, penanaman IP300 dilakukan di lahan seluas 2.805 ha dan IP400 di lahan 2.200 ha.

“Oleh karena itu, integrated farming harus terus didorong di seluruh pelosok daerah. Soal modal, kita sudah siapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Insya Allah tidak ada yang rugi karena pertanian itu selalu menguntungkan. Jangan tunggu APBN dan APBD karna sekarang ada KUR. Yuk kita pinjam,” katanya.

Dikatakan SYL, pengembangan integrated farming di Provinsi Aceh sejauh ini semakin berkembang pesat. Hal ini terjadi karena pemerintah selalu hadir di Tengah-tengah kesulitan petani.

“Saya berterimakasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati karena pemerintahanya hadir dan berpihak pada rakyatnya. Dan itu terbukti, dimana integrated farming dan pertanian secara keseluruhan di Aceh maju secara pesat,” katanya.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi yang luar biasa terhadap perhatian Mentan SYL pada sektor pertanian Aceh. Menurutnya, dukungan Mentan terhadap kemajuan Aceh terlihat nyata dari banyaknya program dan bantuan yang diterimanya selama ini.

“Sudah saya cek datanya dan ternyata 80 persen pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi itu dari sektor pertanian. Oleh karenanya sesuai arahan pak Menteri kita mau lebih fokus dan intensifikasi di bidang pertanian termasuk konsep integrated farming,” katanya.

Nova mengatakan, bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian selama ini membuat para petani perlahan tapi pasti makin sejahtera. Hal ini terlihat dari peningkatan NTP Provinsi Aceh dari yang tadinya 95 persen meningkat jadi 105 persen.

“Dengan demikian bisa kita baca trennya meningkat dan memang faktanya sektor pertanian naik terus, sehingga saya setuju dengan pak menteri bahwa kita tidak boleh bergantung pada dana pemerintah. kita skala ekonomi aja dan kita hitung kelayakannya. Termasuk pupuk, karena PIM sedang membangun pabrik baru, sehingga kita tidak bergantung lagi kepada orang lain,” tuturnya.

Perlu diketahui, Kementan memberikan bantuan kepada Provinsi Aceh sebesar Rp.82,6 miliar. Bantuan ini berbentuk bibit, benih dan sarana prasarana pertanian yang dapat menunjang peningkatan produksi tanaman pangan.(*)


BACA JUGA