Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Gowa Bentuk Tim TPPS di 18 Kecamatan

Senin, 27 Juni 2022 | 15:30 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM-Pemkab Gowa terus berkomitmen menurunkan angka Stunting. Salah satu bentuk komitmen itu yakni dengan membentuk tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di 18 Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Kabupaten Gowa.

“Dengan adanya TPPS tersebut diharapkan agar pihak pemerintah di setiap jenjang wilayah dapat bekerja lebih fokus dan terarah untuk menanggulangi masalah stunting ini,” kata Ketua Tim TPPS Gowa, H. Abd Rauf Malaganni.

Karaeng Kio, sapaan akrabnya menyebutkan bahwa, saat ini Kabupaten Gowa memiliki 590 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari 1.770 kader. Tim ini tergabung dari tenaga bidan, kader PKK dan kader KB.

“Agar upaya TPPS ini dapat berjalan maksimal, maka kami harapkan dukungan penuh dari Bapak Bupati Gowa sebagai Ketua Pengarah, agar semua SKPD, camat, lurah dan kepala desa dan tim lainnya yang terlibat dapat bekerja aktif dengan menganggarkan program dan kegiatan yang sesuai dan tepat sasaran,” terangnya.

Untuk diketahui, stunting di Kabupaten Gowa terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data yang disebutkan pada 2022 ini prevalensi Stunting turun 0,41 persen atau mencapai 4,7 persen.

“Kita bersyukur data menunjukkan angka stunting di Kabupaten Gowa terus turun. Tahun lalu 5,11 persen dan turun di 2022 ini sebesar 4,7 persen atau mengalami penurunan 0,41 persen,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat membuka Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2022 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu 22 Juni 2022.

Adnan yakin prevalensi stunting di Kabupaten Gowa ini bisa turun lebih besar lagi jika ada kolaborasi dan bergerak bersama sesuai dengan tugas dan tupoksi masing-masing. Menurutnya, persoalan stunting ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, tetapi butuh kolaborasi dan kerja keras bersama dari seluruh pihak.

“Saya sering mengatakan bahwa sekarang zamannya bukan lagi individualistik, tapi zamannya kolaboratif. Siapa yang mampu berkolaborasi pasti mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada,” ungkapnya. (*)


BACA JUGA