Silaturahmi Dengan KPB Nusantara, Rudianto Lallo: Perantau Jawa Bantu Tingkatkan PAD

Minggu, 31 Juli 2022 | 17:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rudianto Lallo melakukan kunjungan silaturahmi, bertemu dengan Keluarga Pedagang Bakso (KPB) Nusantara. Pertemuan tersebut berlangsung di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (31/07/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Rudianto Lallo menjelaskan para perantau dari tanah Jawa memiliki andil yang penting dalam memajukan Kota Makassar menjadi kota metropolitan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar meningkat, juga karena kontribusi dari mereka.

“Pedagang Bakso ini bayar pajak. Pajak yang disetorkan ke pemerintah itu dipergunakan dalam membangun Makassar. Diantaranya membangun jalan dan fasilitas umum lainnya,” kata Rudianto.

Oleh sebab itu, Ia mengatakan pemerintah kota harus hadir membantu, memberikan pelayanan kepada para perantau dari tanah Jawa. Seperti pelayanan administrasi kependudukan, meliputi KK, KTP, Akta Lahir dan sebagainya, pelayanannya harus disamakan dengan yang lainnya.

“Melalui silaturahmi ini, jikalau ada saudara dari perantau jawa terhambat pengurusan administrasi, dipersulit masalah perizinan ataupun ada oknum yang dengan sengaja menganggu, koordinasi dengan saya. Insya Allah kami di DPRD siap membantu, bersinergi dengan perantau dari jawa,” ujar Rudianto.

Ia melanjutkan, hubungan antara orang Jawa dan orang Makassar telah terjalin sejak dahulu kala. Kala itu, Datu Ribandang yang juga murid dari Sunan Bonang diterima di Makassar oleh Karaeng Matoaya I Malingkang Daeng Manyonri’ Karaeng Katangka atau Sultan Abdullah.

“Dia adalah seorang raja Kerajaan Tallo (memerintah 1593-1623 dan wafat 1636) dia juga Perdana Menteri Kesultanan Makassar yang sangat berpengaruh pada abad ke-16. Sejak itulah mulai terjalin hubungan baik orang Makassar dengan Jawa. Hingga menyusul Pangeran Diponegoro pada abad ke-18 yang berkeluarga di Makassar hingga memiliki anak, cucu, cicit dan buyut disini,” tutupnya.(*)


BACA JUGA