Program Satu Hafidz Satu Desa dan Kelurahan Pemkab Gowa Diapresiasi Ustadz Hilman Fauzi

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 12:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Program Kegamaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa yaitu Satu Hafidz Satu Desa dan Kelurahan diapresiasi oleh Ustadz Hilman Fauzi saat menjadi penceramah pada kegiatan Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah (PQJI) Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Jumat (05/08/2022).

Menurutnya, program ini akan membawa pada kemuliaan. Karena salah satu untuk bisa mendapatkan kemuliaan kata Dai Nasional ini adalah dengan mendekatkan diri Kepada Al Quran, salah satunya dengan cara membaca ataupun menghapal Al Quran.

“Yakin setiap apapun dan siapapun yang dekat dengan Al Quran pasti akan mulia hidupnya. Mudah-mudahan ini menjadi satu program yang bisa terlaksana sehingga dengan Nur Cahaya Al Quran bisa menjadikan Kabupaten Gowa semakin bercahaya, maju, bermartabat dan tentunya semakin dijaga oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Selain program Satu Hafidz Satu Desa dan Kelurahan, Ustadz Hilman Fauzi juga mengapresiasi Program Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah Pemkab Gowa. Dirinya beharap kedepan program ini terus berjalan siapapun yang memimpin di Kabupaten Gowa.

“Ini kegiatan yang sangat baik dan mulia karena dengan kegiatan Jumat Ibadah kita bisa mengajak ASN khususnya di Kabupaten Gowa untuk lebih lembut hatinya, tenang perasaannya. Dengan pencerahan qalbu tentunya juga menyejukkan dan mendamaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan bahwa, Pemkab Gowa menjadikan Program Keagamaan menjadi salah satu program prioritas. Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah dan Satu Hafidz Satu Desa dan Kelurahan bagian dari Program Keagamaan Pemkab Gowa.

Guna mendukung Satu Hafidz Satu Desa dan Kelurahan ini Pemkab Gowa, Adnan mengatakan Pemkab Gowa sudah membangun Rumah Tahfidz Quran di Kecamatan Bajeng. Program ini bekerjasama dengan desa dan kelurahan, dimana setiap desa dan kelurahan mengirim warganya untuk dijadikan penghafal Al Quran.

“Selain itu, kita juga bekerjasama dengan UIN Alauddin Makassar, sehingga program ini juga disebut dengan Mahasantri, karena mereka juga akan terdaftar sebagai mahasiswa UIN Alauddin Makassar,” ujar Adnan.

Bupati Adnan menjelaskan bahwa, mahasantri ini akan fokus menghapal Al Quran selama tiga tahun di Rumah Tahfidz milik Pemkab Gowa, kemudian ditambah satu tahun atau dua semester kuliah di UIN Alauddin Makassar.

“Selama dua semester mereka akan kuliah di UIN Alauddin Makassar dengan mata kuliah yang berkorelasi dengan hapalan Al Quran, seperti Sosiologi Agama, Perbandingan Mashab dan Ilmu Hadits. Setelah selesai mereka akan mendapat gelar sarjana atau S1 dari UIN Alauddin Makassar,” tambahnya.(*)


BACA JUGA