Ini Upaya Tingkatkan Produksi Pangan dan Pendapatan Petani di Sumbar

Senin, 05 September 2022 | 14:33 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen meningkatkan produksi pangan dan pendapatan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional. Kebijakan pangan nasional saat ini berupaya untuk menciptakan ketersediaan pangan, kualitas dan keamanan pangan, keterjangkauan serta keberlanjutan pangan.

Pengarah Tim Peningkatan Pendapatan Petani Padi Provinsi Sumbar, Djoni mengatakan pembangunan pertanian bertujuan untuk mensejahterakan petani. Hal-hal yang dapat mendukung pembangunan pertanian adalah benih yang unggul, ketersediaan pupuk, dan alsintan yang memadai. Saat ini para petani sudah dapat membuat pupuk sendiri, terutama pembuatan pupuk organik dengan tujuan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Dengan pupuk organik yang dibuat sendiri, itu akan menghemat harga produksi mengingat pupuk saat ini sedang mahal. Juga dengan pupuk buatan sendiri diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dengan mengurangi pengeluaran produksi,” kata Djoni dalam webinar BTS Propaktani episode 610 yang berjudul “Upaya Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Peningkatan Pendapatan Petani Sumatera Barat”, Senin (05/09/2022).

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Tanah Datar, Desi Trikorina menyebutkan pemerintah Kabupaten Tanah Datar memiliki perhatian yang sangat tinggi pada sektor pertanian. Berdasarkan data saat ini bahwa 80% masyarakat Tanah Datar bergerak pada sektor pertanian, di mana keseriusan pemerintah ini dituangkan dalam misi RPJMD Kabupaten Tanah Datar 2021-2026 yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja berbasis pertanian industry dan UMKM.

“Di Kabupaten Tanah Datar sektor pertanian mempunyai peranan sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terdapat 4 program unggulan yang mendukung sektor pertanian yaitu mengefisiensikan biaya produksi pertanian, meningkatkan kuota asuransi tani dan ternak, pupuk bersubsidi dan keempat pembangunan jaringan irigasi. Disamping itu juga menciptakan usahawan baru dan menciptakan lapangan kerja baru,” bebernya.

Kadis Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani menambahkan pelaksanaan program unggulan pertama Bupati Tanah Datar adalah pelayanan bajak gratis yang bertujuan untuk mengurangi biaya pengolahan lahan. Kedua, pemerintah Tanah datar mendukung adanya asuransi tani yang terbagi menjadi dua yaitu asurasi usaha tanaman padi dan asuransi ternak sapi kerbau.

Peluncuran asuransi pertanian, sambungnya, dilaksanakan pada tanggal 13 agustus 2022. Ketiga yaitu meningkatkan kuota pupuk bersubsidi. Bantuan pupuk difokuskan kepada produksi pupuk organik. Keempat, perbaikan jaringan irigasi. Sebagian besar jaringan irigasi yang tersedia adalah irigasi sederhana.

“Selain program tersebut, terdapat beberapa program lain yaitu adanya fasilitasi benih padi, baik melalui dana APBN atau APBD. Tanah Datar memiliki varietas unggul lokal padi yaitu Bujang Marantau yang telah dilepas Kementan dengan spesifikasi rasanya enak, produktivitas tinggi dan relatif tahan terhadap penyakit hama. Varietas ini cukup popular karena rasanya yang enak,” ungkap Sri.

Bersamaan, Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikulutra Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin mengatakan sebagian besar (lebih dari 50%) petani Sumbar mengembangkan komoditi padi dan beberapa tanaman perkebunan dan hortikultura. Dari keragaman usaha petani tersebut, gagasan pemerintah Sumbar untuk pembangunan pertanian telah dirumuskan sesuai dengan visi dan misi pemerintah sumbar 2021-2026 dengan sasaran secara kesuluruhan adalah untuk meningkatkan pendapatan para petani.

“Dalam rangka meningkatkan pendapatan para petani, dibangun sinergitas tindakan dengan membentuk tim peningkatan pendapatan petani. Sasaran kita adalah petani padi. Kemudian hal ini menjadi sangat penting karena untuk menambah usaha rumah tangga para petani, membutuhkan pendukung dari berbagai pihak untuk mewujudkan gagasan tersebut,” jelas Ferdinal.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan peningkatan pendapatan petani khususnya petani tanaman pangan merupakan salah satu tujuan pemerintah dalam membangun pertanian. Kebijakan dan program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memfokuskan pada peningkatan produksi berbasis teknologi dan korporasi untuk penguatan ketahanan pangan hingga ekspor, sehingga kesejahteraan petani pun membaik.

“Peran Kementan adalah untuk mendorong partisipasi aktif petani dalam mencapai swasembada pangan seraya meningkatkan kesejahteraan mereka. Disamping itu dalam upaya mendongkrak produktivitas pangan nasional, Kementan senantiasa mendorong berbagai inovasi di sektor pertanian. Pengembangan inovasi yang dikembangkan Kementan memiliki syarat penting, yaitu memenuhi unsur pemenuhan kebutuhan petani sebagai pengguna inovasi dan pelaku utama pertanian secara spesifik lokasi,” tutur Suwandi.(*)


BACA JUGA