Mahasiswa Arsitektur Unibos Raih Juara 1 di International Competiton Arsitektur ITS

Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:53 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

SURABAYA, GOSULSEL.COM – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Arsitektur Universitas Bosowa (Unibos) menorehkan prestasi internasional. Ia menjadi juara satu dalam ajang Architecture Student Final Project International Competition 2022 yang diselenggarakan oleh ITS Surabaya, Selasa (04/10/2022).

Kompetisi Tugas Akhir Internasional (KTA-i) merupakan nasional yang berlangsung sejak tahun 2004. Di tahun 2022 menjadi event internasional yang diikuti oleh berbagai mahasiswa di seluruh Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, China, Jepang, Thailand, India dan lainnya.

Karya tulis diseleksi oleh akademisi dan profesional di bidang arsitektur. Di mana berafiliasi dari Indonesia, Jepang, China, Thailand, Vietnam, Malaysia.

Mahasiswa Prodi Arsitektur Unibos, Helly Fahreza Fathurillah menjadi The 1st Place Technical Studies Category dalam ajang KTA-I tersebut. Ia mengusung karya tulis dengan judul “Parangloe Railway Station in Makassar City with Neo-futuristic Architectural approach”

Mahasiswa yang akrab dipanggil Helly ini menjelaskan, di Indonesia Timur terkhusus di Makassar kereta api merupakan hal yang baru. Olehnya, ia tertarik dan ingin mengembangkan stasiun kereta api dengan konsep Pendekatan Arsitektur Neo-futuristik.

“Satu alasan kenapa saya memilih judul ini karena perkeretaapian itu jadi merupakan hal yang baru di Kota Makassar, jadi saya mencoba eksplorasi kemudian saya mendapatkan isu-isu pembangunan dan memberikan konsep serta solusi dari karya tulisan itu,” tambah Helly

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Arsitektur Unibos dalam menghadapi persaingan tidak hanya dalam lingkup akademik. Namun, juga dalam dunia nyata kearsitekturan di Indonesia.

Kaprodi Teknik Arsitektur Unibos, Lisa Amalia berharap dari perlomabaan ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya dan menghasilkan lulusan Prodi Arsitektur Unibos berkompten. Di mana ketika lulus nantinya dapat memiliki kemampuan dasar profesional, berwawasan global.

“Perlombaan kan sesuai dengan standar International Union of Architects (UIA Accord), yang menilai dari aspek Design studies, Social studies, Cultural and artistic studies, Technical studies, dan Environment studies,” paparnya

Setelah berhasil terpilih menjadi finalis KTA-i, Helly berangkat ke ITS untuk menghadiri penjurian secara langsung yang dihadiri para finalis dari berbagai kampus Negeri di Indonesia dan kampus luar negeri yang dinilai langsung oleh Dewan juri final KTA-i terdiri dari 3 arsitek afiliasi Indonesia-jepang, Koichi Furumori (Furumori Architect), Baskoro Tedjo dan Andy Rahman.

Dalam penjurian Arsitek Baskoro Tedjo, mengungkapkan stasiun ini didesain dengan pendekatan neo-futuristik menjawab ketertarikan masyarakat kota Makassar. Itu terhadap hal-hal dan bentukan baru yang megah.

“Selain itu, masyarakat Makassar juga menyukai elemen dengan warna yang cerah sebagaimana tertuang dalam Masjid 99 kubah karya arsitek Ridwan Kamil,” pungkasnya. (*)

Tags:

BACA JUGA