Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat melakukan kunjungan ke BBTP Jatim di Malang, Sabtu (29/10/2022)/ Humas Kementan

Mentan SYL Dorong BPTP Jatim dan Balittas Jadi Lokomotif Hasilkan Bibit dan Benih Terbaik

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BATU, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur (Jatim) dan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) guna mengakselerasi kemajuan pertanian menghadapi tantangan global. BPTP Jatim dan Balittas harus naik kelas sehingga menjadi lokomotif untuk menghasilkan bibit dan benih untuk pertanian dan peternakan terbaik.

“Tidak ada satu jam pun dalam satu hari saya tidak memikirkan pertanian. Saya tuntut badan saya, karena saya sedang mengembang tugas seorang Menteri. Jadi kalian juga harus begitu karena kalian harus jadi terdepan dalam teknologi pertanian,” kata Mentan SYL saat meninjau BPTP Jatim di Malang, Sabtu (29/10/2022).

Ia mengatakan BPTP Jatim harus berinovasi dan menjadi penggerak dalam kemajuan teknologi pertanian guna menghasilkan bibit dan benih terbaik dari tanaman, ternak yang sesuai dapat dikembangkan di lahan Indonesia yang sangat beragam mulai dari daratan tinggi, daratan rendah bahkan lahan bukit-bukitan.

“Siapkan dengan betul, benih terbaik disebarkan ke masyarakat. Siapa yang tidak mau benih, bibit terbaik yang kalian hasilkan? Semua mau jadi ini harus kita persiapkan. Kalian segera urus bibit yang cocok untuk dataran tinggi, rendah, bukit-bukit. Segera konsepsikan dalam satu bulan ini,” tutur SYL.

Tidak hanya itu, Mentan SYL juga meminta agar BPTP tidak hanya mengembangkan varietas unggul produk pertanian saja. Kedepan, BPTP juga harus mampu menjangkau market dan berorientasi bisnis dan meningkatkan kolaborasi baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Jadi sekarang BPTP harus berimprovisasi dan bekerja dengan cepat, cermat, dan komersial,” terangnya.

Usai meninjau BPTP Jatim, Mentan SYL didampingi jajaran eselon 1 Kementan, selanjutnya menuju Balittas guna meninjau dan menyaksikan proses pembuatan bibit tebu, stevia dan tanaman lain sebagai sumber pemanis. Ke depannya, Balittas harus di dorong untuk menghasilkan benih berkualitas sehingga terjadi peningkatan produksi hingga akselerasi ekspor.

“Oleh karena itu, selain mendorong menghasil bibit tanaman pemanis dan serat, pelepasan varietasnya pun kita percepat. Tentunya kelas laboratoriumnya Balittas kita tingkatkan juga untuk melakukan pengujian dan standarisasi bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi,” ucapnya.

Bersamaan, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) melahirkan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) sesuai Perpres Nomor 117 Tahun 2022 tentang Kementerian Pertanian pada 21 September 2022. BSIP merupakan rumah baru bagi warga Balitbangtan yang tidak berpindah ke BRIN.

“Di dalamnya bernaung lebih dari tiga ribu sumber daya manusia dan infrastruktur pendukungnya yang selama ini telah berperan penting menjadi mesin kinerja Kementan,” kata Fadjry.

Kini, BSIP bertransformasi menjadi badan untuk menghasilkan penelitian dan produk pertanian yang memiliki standar dan sertifikat. Dengan begitu, daya tarik produk-produk pertanian Indonesia semakin meningkatkan dan mampu menjangkau bahkan memperluas pasar ekspor.

“Betapa penting produk Indonesia yang terstandar dan tersertifikasi. Kedepan kita akan fokus mengembangkan produk di setiap daerah yang sesuai standart dan tersertifikasi sehingga tiap daerah punya kekuatan masing-masing dibidang pertanian,” tutup Fadjry.(*)