Bank Indonesia Konsisten Jaga Tren Pertumbuhan Ekonomi 2022 di Sulsel

Selasa, 08 November 2022 | 16:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) berupaya menjaga tren pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2022. Saat ini dilaporkan kembali tumbuh pada triwulan III sebesar 5,567 persen (yoy).

Pertumbuhan itu lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni 5,20% (yoy). Artinya, kinerja perekonomian Sulsel terus menunjukkan perbaikan seiring dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat dan belanja pemerintah.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana menyebut upaya menjaga tren akan terus dilakukan melalui koordinasi dan sinergi. Itu antara pihaknya, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya

“Dan dilakukan dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi di Sulsel. Dinamika geopolitik dan perekonomian global menjadi hal yang terus dicermati,” ucap Causa, Selasa (08/11/2022).

Pihaknya pun optimis ekonomi di Sulsel pada tahun ini akan terus tumbuh. “Untuk keseluruhan tahun 2022 diprakirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah Pak Cik–sapaan akrabnya.

Diketahui, perekonomian nasional pada triwulan III 2022 tumbuh 5,72% (yoy). Itu lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,44% (yoy).

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), andil pertumbuhan terutama didorong oleh dua LU utama. LU Industri Pengolahan, yang memiliki pangsa 12,68%, tumbuh 10,01% (yoy). Adapun, LU Perdagangan, yang memiliki pangsa 14,87%, tumbuh 6,65% (yoy).

Perekonomian Sulsel juga didorong oleh LU transportasi dan pergudangan yang tumbuh 37,38% (yoy); LU penyediaan akomodasi makan dan minum yang tumbuh 28,81% (yoy); dan LU administrasi pemerintahan yang tumbuh 17,30% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan. Perekonomian Sulsel pada triwulan III 2022 utamanya didorong oleh investasi yang tumbuh 7,41% (yoy) dan konsumsi rumah tangga yang tumbuh 10,76% (yoy). Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 7,82% (yoy), didorong oleh peningkatan belanja pemerintah. (*)


BACA JUGA