Stok Padi Capai 1,5 Juta Ton, BPTP Pastikan Wilayah Jawa Barat Aman

Kamis, 01 Desember 2022 | 14:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JABAR, GOSULSEL.COM – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat Rustam Massinai memastikan hampir seluruh daerah di wilayah Jawa Barat tengah menggelar panen raya. Bahkan data yang masuk dari dinas setempat, stok yang ada saat ini mencapai 1,5 juta ton. Data tersebut diluar data panen raya yang hingga kini masih berlangsung.

“Kalau kami melihat datanya dinas sampai sekarang stoknya 1,5 juta ton. Mereka rata-rata tanam dengan benih impari 32. Jadi saya pikir beras di Jawa Barat aman dan tidak ada masalah,” ujar Rustam, Kamis (01/12/2022).

pt-vale-indonesia

Rustam menjelaskan, panen tertinggi dari data sementara berada di wilayah Purwakarta dengan rata-rata produktivitas sebesar 11,2 ton gabah kering panen (GKP). Adapun benih yang digunakan di sana adalah varietas impari 37. Sedangkan di Majalengka, produktivitasnya mencapai 9,6 ton perhektare dengen benih impari 32.

“Tertinggi di purwakarta dengan produktivitas 11,2 GKP. Kemudian di majalengka 9,6 ton perhektare dan di Sumedang 9,5 ton perhektare,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Sajidin mengatakan bahwa Inpari 37 ini terbukti meningkatkan hasil panen menjadi dua kali lipat dari 4.9 ton/ha menjadi 9.5 ton/ha hingga 9.7 ton/ha GKP.

Menurut dia, inpari 37 merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi yang dikeluarkan oleh Loka Penelitian Tungro, Sulawesi Selatan, dan diperkenalkan Kepala BPTP Jabar untuk meningkatkan Produktivitas.

“Inpari 37 sangat cocok ditanam di ekosistem sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl dan memiliki potensi hasil 9 ton/ha,” katanya.

Terpisah, Sana, Ketua Kelompok Tani Kubang Sari Desa Cibubuan Conggeang mengaku bersyukur atas hasil panen yang dia dapatkan. Dia yakin tahun ini adalah tahun yang melimpah mengingat panen raya di Sumedang rata-rata mencapai 9,5 ton perhektare.

“Alhamdulillah sekarang ada kelebihan dari padi-padi yang dulu ada peningkatan,” ujar Sana.(*)