Dua Fintech Tutup, Ini Daftar Pinjol Legal Resmi OJK Terbaru Juli 2024

Selasa, 16 Juli 2024 | 18:58 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui pengembalian izin usaha penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer to peer (P2P) lending PT Akur Dana Abadi (Jembatan Emas) dan PT Semangat Gotong Royong (Dhanapala).

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Aman Santosa mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti dengan melakukan pencabutan izin usaha keduanya sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-33/D.06/2024 per 3 Juli 2024 untuk PT Akur Dana Abadi dan Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-35/D.06/2024 per 5 Juli 2024 untuk PT Semangat Gotong Royong.

pt-vale-indonesia

Aman menyebut Jembatan Emas mengajukan permohonan pengembalian izin usaha karena belum dapat mengimplementasikan ketentuan permodalan terkait ekuitas minimum dan pemenuhan jumlah direksi.

Sementara itu, Dhanapala mengajukan permohonan pengembalian izin usaha sebagai langkah strategis pemegang saham untuk melakukan sentralisasi kegiatan usaha fintech lending pada satu entitas.

“Sebab, saat ini grup pemegang saham dari PT Semangat Gotong Royong memiliki dua entitas yang menjalankan kegiatan usaha fintech lending,” kata Aman dalam keterangan resmi, Jumat (12/07/2024).

Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, Aman menyampaikan OJK akan tetap melakukan pemantauan terhadap kewajiban Jembatan Emas dan Dhanapala. Adapun kewajiban keduanya, yakni menghentikan kegiatan usaha pada industri fintech lending, menyelenggarakan rapat umum pemegang saham dengan agenda pembubaran badan hukum dan pembentukan tim likuidasi paling lambat 30 hari sejak pencabutan izin usaha, serta melakukan penyelesaian hak dan kewajiban kepada konsumen dan pihak ketiga.

“Selanjutnya Pemegang Saham, Pengurus, dan/atau pegawai Jembatan Emas dan Dhanapala dilarang mengalihkan, menjaminkan, mengagunkan, menggunakan kekayaan, dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat mengurangi aset atau menurunkan nilai aset Jembatan Emas dan Dhanapala,” ujarnya.

Dalam upaya memberikan kepastian hukum untuk pelindungan konsumen dan pihak terkait lainnya, Aman menerangkan Jembatan Emas dan Dhanapala wajib melakukan likuidasi dan menyediakan narahubung untuk Pusat Informasi dan Layanan Pengaduan Konsumen dan Masyarakat.

Jumlah pinjol legal yang terdaftar dan berizin di OJK hingga Juli 2024 ada 98 perusahaan. Jumlah itu berkurang setelah OJK mencabut izin TaniFund pada Mei 2024, serta Dhanapala dan Jembatan Emas pada Juli ini.

Berikut daftar pinjol legal dan berizin OJK Juli 2024:
– Danamas
– investree
– amartha
– DOMPET Kilat
– Boost
– TOKO MODAL
– Modalku
– KTA KILAT
– Kredit Pintar
– Maucash
– Finmas
– KlikA2C
– Akseleran
– Ammana.id
– PinjamanGO
– KoinP2P
– pohondana
– MEKAR
– AdaKami
– ESTA KAPITAL FINTEK
– KREDITPRO
– FINTAG
– RUPIAH CEPAT
– CROWDO
– Indodana
– JULO
– Pinjamwinwin
– DanaRupiah
– OVO Finansial
– Pinjam Modal
– ALAMI
– AwanTunai
– Danakini
– Singa
– DANAMERDEKA
– EASYCASH
– PINJAM YUK
– FinPlus
– UangMe
– PinjamDuit
– DANA SYARIAH BATUMBU
– Cashcepat
– klikUMKM
– Pinjam Gampang
– cicil l
– umbungdana
– 360 KREDI
– Dhanapala
– Kredinesia
– Pintek
– ModalRakyat
– SOLUSIKU
– Cairin TrustIQ
– KLIK KAMI
– Duha SYARIAH
– Invoila
– Sanders
– One Stop Solution
– DanaBagus
– UKU KREDITO
– AdaPundi
– Lentera
– Dana Nusantara
– Modal Nasional
– Komunal
– Restock.ID
– TaniFund
– Ringan
– Avantee
– Gradana
– Danacita
– IKI Modal
– Ivoji
– Indofund.id
– iGrow
– Danai.id
– DUMI
– LAHAN SIKAM
– gazwa.id
– KrediFazzD
– Doeku
– Aktivaku
– Danain
– Indosaku
– Jembatan Emas
– EDUFUND
– Gandeng Tangan
– PAPITUPI SYARIAH
– BantuSaku
– danabijak
– AdaModal
– Samakita
– KawanCicil
– CROWDE
– KlikCair
– ETHIS
– SAMIR LATAS
– Asetku
– Findaya.(*)

Tags:

BACA JUGA