
PLTS Atap di Nipah Park, Komitmen Kalla Kurangi Emisi Karbon
MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kalla Group melalui unit bisnisnya, Nipah Park (Kalla Land dan Properti) dan Kalla Toyota Gowa menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Nipah Park. Upaya itu merupakan wujud komitmen Kalla untuk mengurangi emisi karbon.
Peresmian secara simbolis berlangsung di di Bikinbikin Creative Hub Nipah Park, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (17/03/2025). PLTS itu hadir dari kerjasama Suryanesia.

CEO Suryanesia Rheza Adhihusada mengatakan, Kalla Group mengeluarkan biaya investasi besar untuk energi bersih ini. Total berkisar USD200 ribu atau setara kurang lebih Rp3,2 miliar jika mata uang USD1 sekitar Rp16 ribu.
“Biaya investasi basicly per kWp itu sekitar 500 dollar. Nah, secara keseluruhan kira-kira USD200 ribu,” kata Rheza.
Dia juga memaparkan kapasitas PLTS Atap di Nipah Pak mencapai 360,95 kWp atau mengurangi jejak karbon 532.144 KgCO2. Sedangkan PLTS Atap di Kalla Toyota Gowa mencapai 25,74 kWp atau mengurangi jejak karbon 30.699 KgCO2.
Sementara itu, Chief Legal & Sustainability Ofiicer Kalla, Subhan Djaya Mappaturung, menegaskan Kalla Group menaruh atensi besar terhadap isu keberlanjutan. PLTS Atap sudah lama diwacanakan, namun baru tahun ini akhirnya bisa terwujud.
Kalla Group memilih PLTS Atap untuk menghadirkan energi bersih dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya yakni lebih efisien dan lebih murah. Di samping itu, praktik-praktik keberlanjutan pun terus diimplementasikan. “Kurangi emisi karbon dan menanam pohon, itu dua strategi yang terus dijalankan,” ujar dia.
Olehnya itu, PLTS Atap ini akan terus berlanjut, bukan hanya di Nipah Park dan Kalla Toyota Gowa, tetapi juga unit bisnis Kalla lainnya. Langkah ini juga akan memperkuat peranan Kalla dalam mendukung penggunaan energi terbarukan di kawasan Indonesia Timur.
Pada kesempatan itu, pihak Kalla Land & Property dan Kalla Toyota juga memaparkan manfaat dari operasional PLTS Atap. Selain mengurangi emisi karbon, dari sisi bisnis juga mampu menghemat operasional Rp250 juta per tahun untuk Kalla Land & Property dan Rp30 juta per tahun untuk Kalla Toyota.
Sementara itu, Kepala Bidang Energi Terbarukan Dinas ESDM Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Bayu Arief, mengapresiasi langkah Kalla Group menggandeng Suryanesia menghadirkan PLTS Atap di Nipah Park dan Kalla Toyota Gowa.
“Tentunya hal itu mendukung Sulsel Go Green, sekaligus membantu pemerintah menurunkan emisi karbon,” ucapnya.
Menurut dia, PLTS Atap dapat menjadi referensi bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi para pelaku usaha. PLTS Atap disebut mendukung green ekonomi. Untuk itu, langkah Kalla Group diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha lain.(*)