OJK Sebut Literasi Harus Diwujudkan Menjadi Kesehatan Keuangan
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan literasi keuangan generasi muda, melalui integrasi dalam sistem pendidikan formal, guna membangun stabilitas sistem keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyatakan, literasi keuangan menjadi elemen kunci dalam membentuk ketahanan finansial individu, sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan secara luas.
“Literasi keuangan harus mampu diwujudkan menjadi kesehatan keuangan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga ketahanan, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, serta kesejahteraan keuangan jangka panjang, khususnya bagi generasi muda,” kata Dicky dalam acara webinar bertema From Early Education to Financial Health: Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems, dikutip pada Minggu (19/4/2026).
Pendidikan, kata Dicky, memiliki peran sentral dalam membangun kapasitas keuangan masyarakat sejak dini, melalui penguatan pengetahuan, keterampilan praktis, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah mengapa integrasi literasi keuangan dalam kurikulum dinilai menjadi strategi utama untuk membentuk perilaku keuangan yang berkelanjutan.
“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam sistem pendidikan formal dan kurikulum, kita membangun fondasi yang kuat, agar setiap individu mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak sepanjang hidupnya. Upaya ini memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, pendidik, industri, dan komunitas,” ujarnya.
OJK menekankan, edukasi keuangan tidak hanya terbatas di ruang kelas saja. Maka dari itu, penguatan literasi dilakukan melalui platform digital, kampanye nasional, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem yang inklusif. (*)