OJK Gelar Kuliah Umum Literasi Keuangan di Universitas Riau, Tekankan Risiko Pembiayaan Digital

Wednesday, 22 April 2026 | 21:59 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, guna memperkuat pemahaman terhadap peluang sekaligus risiko dalam pembiayaan digital yang kian berkembang pesat.

Upaya itu diperlihatkan saat menggelar kuliah umum bertajuk ‘Pembiayaan Digital: Peluang, Tantangan, dan Prospek masa Depan’, di Universitas Riau. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 350 mahasiswa dan merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara OJK dengan Universitas Riau untuk periode 2023-2028.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, kemudahan akses dalam pembiayaan digital yang serba cepat dan lintas wilayah harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai, termasuk potensi penyalahgunaan data pribadi dan jeratan pembiayaan ilegal.

PT-Vale

“Pembiayaan digital atau penyedia dana berbasiskan teknologi mulai dari pengajuan aplikasi sampai nanti penyelesaian pembayarannya cepat sekali dan lintas wilayah,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (21/4/2026).

“Kalau sekarang digital, datanya itu di HP. Tapi itulah, gara-gara sangat mudah itu, tentu ada konsekuensi. Risiko-risiko yang perlu kita sama-sama pelajari dan kita pahami,” sambung Agusman.

Ia menambahkan, prospek pembiayaan digital ke depan sangat besar apabila dimanfaatkan secara optimal. Meski begitu, penerapan prinsip kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor ini.

“Memang regulasi kami sudah macam-macam, tadi ada undang-undang, kami buat roadmap.

Ada roadmap mengenai pinjaman daring (pindar), berbagai roadmap kami buat, peraturan-peraturan yang detail, tapi butuh dukungan, terutama dari akademisi, dari kampus-kampus, dari adik-adik mahasiswa, jangan sampai pernah jadi korban,” kata Agusman.

Sementara itu, Rektor Universitas Riau Sri Indarti menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi yang telah terjalin dengan OJK. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan regulator sangat penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin. Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sektor jasa keuangan, khususnya di era diigital.

“Sinergi dan kolaborasi ini terus berjalan dengan baik serta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi di sektor jasa keuangan, khususnya di Provinsi Riau, serta mencetak SDM generasi muda yang unggul dan memiliki daya saing,” ujar Triyoga.


Tags: