Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar, Lutfi Natsir (tengah) saat Sosialisasi Peran dan Fungsi di Fireflies Hertasning beberapa waktu yang lalu 

Cegah Penyakit Hewan dan Tumbuhan Masuk di Sulsel, Ini Upaya Balai Karantina Pertanian

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:58 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Balai Karantina Pertanian Makassar menegaskan komitmennya dalam mencegah penularan penyakit tumbuhan dan hewan. Apalagi yang masuk dan keluar di Sulsel.

Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar, Lutfi Natsir menyebut penyakit yang dicegah seperti penyakit Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Upaya antisipasi on sudah dilakukan.

“Tugas kita memastikan hewan dan tumbuhan yang keluar dan masuk itu bebas dari penyakit, kemanan pangan dan mutu pangan,” kata Lutfi, Minggu (24/10/2021).

Lutif menjelaskan jika petugas Balai Karantina Pertanian terus berjibaku dalam mencegah berbagai macam penyakit melalui tanaman dan hewan. Sedikit ada 121 jenis hama penyakit hewan karantina dan 693 jenis organisme pengganggu tanaman karantina ke yang dicegah masuk ke wilayah Indonesia lewat Pelabuhan.

“Kalau antar pulau kami akan lakukan pemeriksaan di tempat pemasukan, kalau sudah kita keluarkan sertifikat pelepasan karantina keluarkan hewan itu bebas dari penyakit. Hewan yang masuk itu ada kambing dari NTT, keluar itu biasanya sapi di poutere di kirim ke Kalimantan,” ujarnya.

“Balai karantina itulah instansi yang menjamin kesehatan, makanan kita dan hewan kita,” tambah Lutfi.

Dalam UU No 21 Tahun 2019, selain menjaga negara dari ancaman HPHK dan OPTK, ruang lingkup karantina pertanian juga mencakup beberapa tugas. Seperti pengawasan dan/atau pengendalian Keamanan Pangan dan Mutu Pangan, Keamanan Pakan dan Mutu Pakan, Produk Rekayasa Genetika, Sumber Daya Genetika, Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, Tumbuhan dan Satwa Liar serta Tumbuhan dan Satwa Langka. (*)