Mashur Razak (tengah) berfoto bersama Rektor ITB Nobel Indonesia yang baru, Badaruddin saat pelantikan di Hotel Four Point Makassar, Jumat (05/11/2021)/Ist

Digantikan Sebagai Rektor ITB, Mashur Razak Sampaikan Pesan Haru

Sabtu, 06 November 2021 | 18:36 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Rektor Institut Teknologi & Bisnis (ITB) Nobel Indonesia resmi berganti. Ketua Yayasan Indonesia Makassar, Giri Dwinands secara resmi telah melantik Badaruddin menggantikan rektor sebelumnya yakni Mashur Razak.

Pelantikan tersebut berlangsung di Hotel Four Point Makassar, Jumat (05/11/2021). Mashur Razak digantikan oleh Badaruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Yayasan.

Tangis haru pecah mengiringi perpisahan terhadap Mashur. Ia diketahui telah memimpin ITB Nobel Indonesia selama tiga periode.

Mazhur Razak meluruskan rumor yang beredar bahwa pergantian itu bukan pengunduran diri melainkan masa jabatannya sebagai rektor telah berakhir. Tiga periode baginya adalah ekstraordinary.

“Proses pergantian ini saya tegaskan bahwa sesungguhnya ini bukan mengundurkan diri. Yang pasti periode saya sudah habis dan sudah selesai. tiga periode itu bagi saya ekstra ordinary. Saya berpikir bahwa ITB ini sebuah organisasi yang sehat bahwa ada regenerasi,” ungkap Mashur Razak dalam sambutannya.

Mashur menitipkan pesan kepada seluruh sivitas akademika terutama rektor yang baru. Ia menyampaikan bahwa dalam melakukan sebuah pekerjaan jangan pernah mati langkah.

“Dalam melakukan sebuah pekerjaan jangan pernah mati langkah. Di ITB Nobel kita punya dosen kurang lebih 60-an punya kualifikasi doktor, ini luar biasa. Maka Kita berikan kepada anak muda kita untuk melanjutkan kepemimpinan. Saya mengucapkan terimah kasih kepada para dosen yang telah memberikan dedikasi, seluruh karyawan,” imbuhnya.

Rektor ITB Nobel Indonesia, Badaruddin mengatakan akan melanjutkan apa yang sudah ada. Loncatan-loncatan baru sudah menjadi tujuan institut dibawah kepemimpinannya kedepan dan akan segera diwujudkan dalam waktu singkat.

“Nobel ini sejak berdiri berhikmadnya itu tidak boleh menghasilkan lulusan yang nganggur. Cepat selesai tapi tidak boleh dia begitu selesai kemudian sibuk mencari kerja. Justru kita berharap dia (lulusan) sibuk menciptakan lapangan kerja, bisnis yang dia bangun sejak kuliah,” tutur Badaruddin.

Ia juga mengatakan bahwa program skala prioritasnya kedepan adalah bagaimana meningkatkan konpetensi dosen. “Kita fokus pasda bagaimana dosen kita kompetensinya terus meningkat kemudian mahasiswa juga kita beri ruang kratifitas,” ujarnya.

“Kita mau bangun unit kreatifitas mahasiswa kemudian itu mejadi cikal bakal pengembangan bisbis,” tambah Badaruddin.

Badaruddin juga menegaskan akan mewujudkan visi ITB Nobel Indonesia yang digagas oleh rektor sebelumnya. Yakni visi ITB Nobel menuju Perguruan Tinggi Teknologi Internasional.

“Kedepan, kita dengan model kampus merdeka, merdeka belajar (KMMB) sedang proses kesitu. Kita juga kirim mahasiswa ke perguruan tinggi luar negeri. Makanya kita tidak fokus MBKM, tapi kita fokusnya ke perguruan tinggi yang luar supaya wawasan internasional mahasiswa kita bisa sinergi, melakukan perkuliahan di kampus diluar,” tutupnya.(*)