Bikangdoang Lembeh yang dipadati udang. (Foto: Iskandar Achmad/GoSulsel.com)

Sekerumun Udang dalam Bikangdoang Lembeh

Rabu, 21 Oktober 2015 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Iskandar Achmad - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Jika ingin makan siang yang tak terlalu berat tapi tercakup kebutuhan karbohidat, protein, dan serat. Hmm… Anda boleh mencoba bakwan atau bikangdoang. Bisa buat sendiri di rumah atau mencoba buatan Toko Jalangkote Special. Toko ini terletak di Jalan Lembeh No 12 sehingga para pelanggannya sering menamai bakwan toko ini dengan nama Bikangdoang Lembeh.

Bikandoang Lembeh ini telah ada nyaris seabad di Makassar. Perintisnya adalah seorang Tionghoa yang memang banyak mendiami kawasan Jalan Lembeh dan sekitarnya. Dan sekarang, usaha ini tetap dipegang oleh keturunannya.

Kalau merujuk ke sejarah bakwan, memang kudapan satu ini berasal dari negeri China (sekarang Republik Rakyat Tiongkok). Ditandai dari kata “bak” yang artinya daging. Hanya saja, belakangan, sebagian orang mengira awalnya ini adalah hasil kreasi orang Makassar karena namanya berbeda dari bakwan.

“Di sini dia jual jalangkote sama bikandoang dan ini sudah lama sudah kurang lebih 80 tahunan. Yang jual itu orang Tionghoa tapi memang enak. Biasa saya liat pembelinya banyak, ada dari orang Makassar, Tionghoa, luar Makassar juga ada,” tutur Irwan, seorang tukang parkir di dekat toko itu, kepada GoSulsel.com, Senin (19/10).

Ukuran bikangdoang di tempat ini cukup besar dan padat. Karena itu, dibanderol seharga Rp 6 ribu per biji.

Halaman 2

Sedangkan isiannya mulai dari tauge, bawang goreng, dan beberapa ekor udang. Komposisi itu membuat rasa bakwannya begitu gurih dengan rasa daging udang yang khas.

Berbeda dengan tempat yang lain, di toko ini, bikangdoangnya tidak digoreng jika tak ada yang memesannya. Jadi, selalu dalam keadaan hangat untuk dibungkus pulang. Jika tak sempat ke toko ini dari pukul 7 pagi sampai pukul 6 sore, Anda bisa minta diantarkan.


BACA JUGA