Calistung

Pelajaran Calistung untuk Kelas 1 & 2 SD Dihilangkan di Gowa

Kamis, 29 Oktober 2015 | 10:20 Wita - Editor: gun mashar - Reporter: Baharuddin - GoSulsel.com

Halaman 1

Gowa, GoSulsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menghilangkan pelajaran baca tulis (Calistung) di Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan 2 di Gowa. Penghapusan calistung ini untuk memberikan kebebasan dan kenyamanan belajar pada usia emas anak yakni usia 3-8 tahun.

“Di usia ini belum waktunya diisi dengan angka-angka, membaca. tetapi, waktu untuk bermain. Dalam usia bermain anak akan menghidupkan jaringan otak kanan dan otak kirinya. Ada sekitar 100 miliar jaringan kecerdasan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Kabidikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Gowa, Syamsuddin ketika dihubungi via telepon, Kamis (29/10/2015).

Syamsuddin mengatakan, penghapusan calistung ini sudah diterapkan di SD. Penggantinya adalah, belajar membaca dan menulis sambil bermain Makanya, Disdikpora menggelar workshop untuk guru kelas 1 dan 2 SD.

“Para guru akan ajari bagaimana mengajar murid dengan permainan semenarik mungkin, sehingga anak-anak merasa nyaman belajar,” katanya.



Halaman 2

Diketahui, metode ini diterapkan, dipastikan di formulasi dengan motede pendekatan karakteristik anak yang tentunya berdampak pada pengembangan kreatifitas dan kepribadian.

Motode ini tentunya belajar anak tidak merasa tertekan yang tentunya lebih mengedepankan kepada budaya lokal adat istiadat Bugis Makassar.

Ada 5 guru besar dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia telah menggodok format pengganti calistung yakni, DR Yuli Ariska dari UPI Bandung, Prof Dr Abdul Hamid UPI Bandung, B‎ambang Supeno dari Kementrian Pendidikan Nasional, Prof Dhini dari Universitas Indonesia (UI).


BACA JUGA