Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto didampingi Kepala BKD Baso Amiruddin dan kadis pendidikan Makassar Alimuddin Taraweh saat meninjau tes seleksi Kepsek untuk tingkag SD, SMP dan SMU serta SMK, Senin (21/12/2015) di gedung SMU 16 dan SMP 2 Jl Amanagappa.

Walikota Tegaskan Seleksi Kepsek Bebas Ongkos & Dekkeng

Senin, 21 Desember 2015 | 12:40 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan proses seleksi jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar gratis alias bebas dari biaya apapun.

Hal tersebut ditegaskan Danny Pomanto yang didampingi Kepala BKD Baso Amiruddin dan kadis pendidikan Makassar Alimuddin Taraweh saat meninjau tes seleksi Kepsek untuk tingkag SD, SMP dan SMU serta SMK, Senin (21/12/2015) di gedung SMU 16 dan SMP 2 jalan Amanagappa.

“Dalam lelang jabatan kepsek ini anda tidak perlu bayar membayar apalagi pakai orang sebagai beking, karena hasil lelang ini nantinya murni berdasarkan kemampuan individu calon kepsek ” tegas Danny.

Lebih Jauh, walikota menyatakan lelang jabatan kepsek ini merupakan revolusi pendidikan yang diterapkannya di Makassar. Pasalnya, selama ini dunia pendidikan sangat rentan dengan adanya praktik suap menyuap dan jual beli jabatan maka lelang jabatan kepsek adalah jawaban dari itu semua.

“Ini merupakan bentuk revolusi dalam dunia pendidikan khususnya di Makassar, karena saya juga banyak mendapatkan informasi tentang praktik suap menyuap serta jual beli jabatan kepala sekolah. Sehingga di harapkan adanya lelang bisa mengubah semua stigma negatif dalam dunia pendidikan khususnya di Makassar ” beber Danny Pomanto

Halaman 2

Salah satu peserta lelang kepsek SD Andi Rini T (42) mengungkapkan rasa bahagianya karena dengan adanya lelang membuka peluang guru yang memenuhi syarat untuk menjadi kepala sekolah ( kepsek).

“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah kota Makassar, karena kepsek yang terpilih nantinya murni hasil dari kemampuannya dan bukan dari hasil membayar,” ungkap Andi Rini

Data dari dinas pendidikan kota Makassar  mencatat sebanyak 1385 peserta yang telah mendaftar dan sebanyak 473 diantaranya telah dinyatakan gugur dalam kelengkapan berkas dan persyaratan. (*)


BACA JUGA