Sosialisasi Sensus Ekonomi, BPS Sulsel Harap 2016 Lebih Baik

Senin, 28 Desember 2015 | 18:09 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – Sensus Ekonomi (SE) dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dengan tahun yang berakhiran dengan 6. SE 2016 ini adalah yang ke-4 kalinya dilaksanakan pada Mei 2016 mendatang.

Sensus dilaksanakan di seluruh wilayah di NKRI, dan mencakup semua altivitas ekonomi (kecuali sektor pertanian) dan skala ekonomi usaha.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS), Nursam Salam mengatakan, sebelum dilaksanakan Sensus Ekonomi pada 2016, dilaksanakan sosialisasi sebagai persiapan dan merespon kebutuhan data/informasi statistik yang semakin tinggi oleh berbagai kalangan.

Setiap keputusan harus diambil berdasarkan informasi yang valid dan akurat. SE dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh ekonomi perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

“Pendataan seluruh sektor (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknta. Selain itu, juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha,” kata Nursam Salam, di Hotel Clarion, 29 Desember 2015.

Halaman 2

Sensus ekonomi ini juga dapat memberi dampak untuk melatih dan membuka lapangan kerja untuk sekitar 300-400 ribu orang, pemanfaatan anggaran hingga wilayah terkecil, terpencil, dan pinggiran.

Obyek pendataan SE 2016 meliputi pertambangan; industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air dingin; pengadaan air, pengelolaan sampah dan daur ulang, pembuangan dan pembersohan limbah dan sampah; kontruksi; serta perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan kendaraan bermotor.

Jumlah unit usaha hasil SE 1996 Sulsel menurut klasifikasi tenaga kerja sebanyak 590.073 sementara SE 2006 jumlah usaha sebanyak 749.072 dan Tenaga kerja 1.585.427.

“Diperkirakan tahun 2016 di Indonesia akan mencakup sekitar 27 juta usaha,” pungkas Nursam. (*)


BACA JUGA