Begal, BTP, IPDA Asian Sihombing, Dantim AIPTU Yansen Siregar
3 begal yang diringkus polisi bersama barang bukti hasil curian. (Foto: Memed Slamet/GoCakrawala)

Polisi Ciduk Pelajar Terlibat Komplotan Begal Motor di BTP

Rabu, 13 Januari 2016 | 08:43 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Memed Slamet - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Begal dilakoni para pelajar bukan hal yang asing. Kali ini, 2 begal yang merupakan siswa Pelayaran Katangka terlibat komplotan begal diringkus polisi. Penangkapan itu dilakukan Tim Resmob Unit Reskrim Mapolsekta Panakkukang yang dipimpin Panit 2 IPDA Asian Sihombing didampingi Dantim AIPTU Yansen Siregar.

Kedua begal yang diringkus masing-masing bernama Andre Marsan alias Andre (19), warga BTP Blok G No 244 dan Muhammad Ali Ichsan alias Ichsan (18), warga BTP Blok G No 267. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing, Rabu (13/01/2016), sekira pukul 05.30 Wita.

Keduanya diciduk, berdasarkan hasil pengembangan pelaku sebelumnya yang terlebih dulu tertangkap. Pelaku itu bernama Bayu Anggara Tamrin alias Bayu (19), warga Bumi Permata Hijau Lestari Blok Q No 10.

Selain mengamankan 3 komplotan begal, petugas juga menyita 2 unit sepeda motor hasil kejahatan. Sepeda moto itu sudah dijual kepada penadahnya. Kedua unit motor yang berhasil berasal dari 2 lokasi, masing-masing di Wisma Mahasiswa Samu Sengana, Jl Perintis Kemerdekaan 4 Lorong 6 No 10, Kecamatan Tamalanrea. Di sana, polisi mengamankan 1 unit motor Honda Beat warna putih DD 3098 LH. Tempat kedua di Pondok Fily, Jl Bung No 49 diamankan 1 unit motor Yamaha Mio Sporty warna hijau DD 3061 VR. Motor ini terpaksa diangkat melalui tembok pagar lantaran pintu gerbang tergembok.



2 penadahnya juga turut diamankan oleh petugas. Mereka membeli kedua unit motor itu seharga Rp 3 juta per unitnya tanpa kelengkapan surat kendaraan.

Halaman 2

Dari hasil interogasi sementara, kedua pelaku yang diringkus di Perumahan BTP mengaku melakukan aksinya di depan GOR Sudiang dan Perumahan Paccerakkang Permai, Kecamatan Biringkanaya.

“Uang hasil menjual motor, kami gunakan untuk membeli sabu. Sebagian untuk beli pulsa dan foya-foya bersama teman,” ujar salah seorang pelaku.

Selanjutnya, petugas kembali melanjutkan pengejaran terhadap komplotan begal lainnya yang berada di Jl Pampang 2 Lorong 4. Namun, saat dilakukan penggerebekan di rumah para begal yang sudah dikantongi identitasnya, mereka diduga kuat sudah melarikan diri sebelum petugas tiba di rumah itu.

“Untuk sementara ini, kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap kawanan begal lainnya. Ada beberapa sudah kami masukkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Sejauh ini kami tetap melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam komplotan begal perampasan motor yang kerap melakukan aksinya dengan kekerasan,” kata Kanitreskrim Mapolsekta Panakkukang, AKP Warpa.(*)


BACA JUGA