Pegawai PLN melakukan perawatan jaringan. (Foto: Zulkifli/GoCakrawala)

Ketua Apindo Sulsel: Mati Lampu Berjam-Jam Itu Kurang Ajar

Kamis, 21 Januari 2016 | 21:17 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com –  Sudah berjalan 3 hari terakhir ini, pemadaman listrik mengganggu aktivitas masyarakat Sulsel, khususnya di Makassar. Hal itu tentunya
banyak menuai protes, termasuk dari para pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng, pun berkomentar.
Ia mengutarakan, hal ini sangat mengganggu aktivitas sektor usaha.

“Ketidakjelasan aliran listrik tentunya mengganggu kegiatan dunia usaha. Dunia usaha kalau terganggu, pemerintah tidak mendapatkan pajak. Kalau mati lampu sampai setengah jam tidak ada masalah. Tetapi kalau berjam-jam itu sudah kurang ajar,” terangnya via seluler, 21 Januari 2016.

Diterangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 75% bersumber dari dunia usaha. Pekan lalu pihaknya telah melakukan audiensi dan warning kepada PLN bahwa bulan ini pihaknya telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Kalau ada faktor lain yang mengganggu dunia usaha, maka kami akan menjadi negara konsumen. Listrik itu telah menjadi kebutuhan pokok,” katanya.

Halaman 2

Ia mengakui, tidak ada industri yang bisa bergerak tanpa listrik. Listrik negara yang punya, APBN yang dipakai. Tapi jika operatornya tidak mengerti dan paham, menurutnya, cukup diganti saja.

“Jangan yang ada alasan mencari pembenaran. Bukan itu yang kami inginkan,” imbuhnya.

Manurut La Tunreng, ia tak ingin menggurui PLN Sulselrabar mengenai kapabel pengelolaan, untuk mengerjakan ini dan itu, pohon ditebang atau angin dijaga. Tapi ia berharap PLN memiliki antisipasi terkait pemadaman listrik ke depannya, khususnya dalam keadaan emergency.(*)


BACA JUGA