Gafatar
#

Kisah Eks Gafatar di Kalimantan: Rancang Perkampungan & Penuhi Kebutuhan Sendiri

Rabu, 27 Januari 2016 | 22:10 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar,GoSulsel.com – Selama 4 bulan diawal, mereka membangun infrastruktur perkampungan dengan dana swadaya sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Bahkan untuk makan, mereka peroleh dari hasil berkebun sendiri, misalnya singkong dan jagung.

“Kami punya lahan seluas 10 hektar, 2 hektar itu dipinjamkan masyarakat sana dan sisanya kami beli. Saya sendiri yang mendesai model perkampungan dan lahan pertanian disana, bahkan sebagaian hasil kebun kami serahkan ke warga sekitar,” kata salah seorang eks Gafatar, Jali (28), ketika ditemui di pelabuhan Soekarno Hatta, Rabu (27/1/2016).

Dirinya juga menampik tudingan jika mereka sudah melenceng dari ajaran agama Islam, seperti yang selama ini diberitakan. Alasannya, mereka tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Bahkan warga sekitar sangat merespon kehadiran mereka.

Setelah kejadian kerusuhan di Kalimantan Barat, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. “Saya sendiri yang menghubungi pemerintah, kalau kami siap dipulangkan dulu untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan,” jelasnya.



Dimana saat pemulangan, bahkan beberapa warga sekitar menangis dan terharu, termasuk bupati Kutai Kartanegara. Karena itu, Jalil dan beberapa warga eks Gafatar lainnya siap kembali ke Kalimantan jika keadaan sudah kondusif, tentunya dengan program transmigrasi yang resmi.(*)


BACA JUGA