Suasana perayaan minggu Palma di Toraja Utara(20/3/2016) Foto: Lisna/GoCakrawala

Menengok Perayaan Minggu Palma di Toraja Utara

Senin, 21 Maret 2016 | 12:53 Wita - Editor: Sapriady Putra -

Toraja Utara, GoSulsel.com – Ribuan umat Katolik Paroki Santa Theresia Rantepao, Toraja Utara, merayakan Minggu Palma pada hari minggu, 20 Maret 2016. Perayaan Minggu Palma ini merupakan peringatan peristiwa Yesus memasuki kota Yerusalem dan disambut oleh rakyat sebagai Mesias. Minggu Palma juga merupakan pembukaan Pekan Suci yang berpuncak pada hari raya Paskah.

Perayaan Minggu Palma yang dilakukan dalam nuansa budaya Toraja ini dipimpin oleh Vikep Toraja, yang juga Pastor Paroki Santa Theresia Rantepao, Pastor Natanel Runtung. Perayaan Minggu Palma dimulai dari lapangan Bakti Rantepao. Di sini, daun-daun palma (palem) atau daun lainnya yang dibawa umat, diberkati dengan air suci. Setelah itu, umat berarak menuju Gereja.

Arak-arakan diawali dengan kelompok drumband dari SMA Katolik Rantepao. Disusul kemudian dengan tarian Toma’randing oleh beberapa pemuda. Tarian ini dalam budaya Toraja biasa dilakukan dalam acara penyambutan tamu atau acara meriah lainnya. Setelah itu disusul oleh kelompok ibu-ibu yang mengenakan busana khas Toraja. Di belakangnya, berbaris kelompok musik bambu dan  sekelompok pemuda yang mengusung patung Yesus. Di barisan iring-iringan paling belakang terdapat ribuan umat yang berjalan sambil berdoa dan bernyanyi.

Karena perarakan seperti ini mungkin baru pertama kalinya dilakukan di Rantepao, beberapa warga yang berada di sisi kiri dan kanan jalan, mengabadikan momentum ini melalui kamera ponsel.

Pastor Nataniel Runtung dalam homilinya menekankan kembali tema aksi puasa pembangunan (APP) nasional, yakni “mewujudkan hidup sejahtera” dengan sub tema “hidup adalah hak asasi”. Menurut Pastor Natan, siapapun wajib menghormati, membela, memelihara, merawat, dan pantang menyerah dalam menghadapi hidup.

Halaman:

BACA JUGA