(Foto: Nenek Lina di warung jagung bakarnya di Jl.AP Pettarani/Senin, 26 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)

Nenek Lina, 40 Tahun Jualan Jagung Bakar di Tepian Jalan AP Pettarani

Selasa, 26 April 2016 | 09:50 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Di tengah panasnya aspal dan kepulan asap kendaran jalan AP Pettarani, tampak sosok tua dengan wajah keriput menyusun kemasan minuman di sebuah meja lapak beratapkan terpal di bahu trotoar.

Sembari mengatur dagangan, sesekali ia melirik ke tumpukan arang, memastikan bara dari kayu yang dibakarnya tetap menyala.

Kemudian, beberapa buah jagung manis yang telah dikupas ia taruh di atasnya. Sambil bercengkrama dengan GoSulsel.com, Senin (25/4), ia membolak balik dan mengipas jagung bakar itu menggunakan sepotong sobekan kertas karton.

Nenek Lina, sapaan perempuan berusia senja asal Jeneponto ini. Selama 40 tahun tetap setia berjualan gogos, kacang rebus, jagung bakar, serta telur asin di bantaran jalan AP Pettarani.



Kala itu, jalan masih sepi oleh hilir mudik kendaraan. Bangunan toko pun masih dihitung jari. Hanya hamparan sawah dan pepohonan yang nampak sepanjang mata memandang kata beliau.

Ia mengenang, dulunya pernah memiliki enam orang anak dan seorang suami. Namun sayang, semuanya mesti berpulang terlebih dahulu ke Sang pencipta. Kini yang dimilikinya hanyalah seorang anak angkat yang mendampingi di masa tuanya.

Halaman: