Peserta Dara Daeng Makassar 2016

Karena Makassar Tak Melulu Soal Tawuran & Demonstrasi, Berkunjunglah!

Jumat, 13 Mei 2016 | 17:04 Wita - Editor: Irwan Idris -

Makassar, GoSulsel.com — Kota Makassar pada frame imaji sebagian orang luar, adalah kota yang penuh dengan kepulan asap hitam dari pembakaran ban bekas. Kota ini, di layar kaca, juga terlampau dalam dilekati oleh tawuran antara sesama mahasiswa.

Tapi, tunggu dulu.  Berkunjunglah, siapa tahu anda malah akan betah berlama-lama di kota Anging Mammiri ini. Karena selain Pantai Losari dan Coto Makassar, masih banyak hal yang bisa anda temui di Makassar.

Yang pertama, adalah kehangatan masyarakatnya. Kota Daeng dibangun dari kebudayaan luhur dengan tata krama yang saling memanusiakan. Sikap saling menghargai jadi janji tersirat yang yang tercermin dari kepribadian orang-orang di Makassar. Dalam filosofi kebudayaan Bugis-Makassar, hal ini dikenal dengan prinsip Sipakatau.

Kedua, jangan heran bila teman yang anda kunjungi di Makassar tak henti-hentinya menawarkan makanan pada anda. Meski tahu anda sudah kekenyangan, orang-orang di Makassar wajib memastikan bahwa anda tidak sedikitpun merasa kelaparan. Masyarakat kota Makassar menyebut hal tersebut sebagai prinsip Sipakalabbiri.



Ketiga, anda mungkin tahu, kota ini adalah sentrum kuliner super nikmat. Olahan makanan hasil laut dari resep leluhur tak akan anda temukan selain di tanah paraKaraeng ini. Aneka ragam masakan daging sapi dan kerbaunya, sungguh akan membuat bibir anda tak henti mencecap.

Last but not least, pemuda-pemudi di Makassar itu kreatif-kreatif dan memiliki spirit pantang menyerah. Juga, mereka terampil memainkan hati. Jadi, jangan heran bila pada awalnya anda begitu was-was datang ke kota ini, lalu tiba-tiba jatuh cinta tepat di hari pertama kedatangan anda. Entah pada kotanya, atau pada muda-mudinya. Selamat Datang di Makassar.(*)


BACA JUGA