(Foto: Baroncong NTI yang legendaris dan laris manis di Jl Perintis Kemerdekaan Makassar/Kamis, 19 Mei 2016/Bachry Ilman/GoSulsel.com)

Menyibak Kenikmatan Baroncong NTI yang Legendaris

Kamis, 19 Mei 2016 | 15:24 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Bachri Ilman - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Menikmati hangatnya teh ataupun kopi selepas aktifitas panjang seharian, adalah cara manis untuk merelaksasi tubuh dan pikiran. Apalagi, jika saat santai anda itu ditemani oleh gurih dan manisnya kudapan khas beraroma nikmat menggoda. Lengkaplah sudah waktu santai anda.

Jajanan berbentuk perahu yang terbuat dari tepung beras dan parutan kelapa dipanggang dengan mentega, menyajikan sensasi lembut, legit, dan gurih. Kerap dijajakan di pinggir jalan ataupun di pasar-pasar tradisional di pagi dan malam hari. Penganan yang sudah akrab di telinga masyarakat kita ini bernama Baroncong.

Nah, untuk mendapatkan Baroncong kualitas terbaik dan selalu hangat, silahkan kunjungi kedai Baroncong NTI, tepatnya di Jl.Perintis Kemerdekaan Km.12, di depan Nusa Tamalanrea Indah (NTI) yang buka pada pukul 05.00 sore sampai 10.00 malam.

jika anda penasaran dengan rasanya, anda cukup mengeluarkan Rp.5.000,- per 3 potong, sebaiknya anda bergegas kalau ingin kebagian karena Baroncong NTI ini cukup laris. Tak kurang, dari pejabat hingga dosen di Universitas Hasanuddin menggandrungi kudapan yang dijajakan oleh pasangan kakek dan nenek ini.



Cara pemanggangannya tetap dijaga sejak dulu dengan menggunakan kayu bakar dan disajikan dengan daun pisang. Wajarlah jika aroma dan rasanya tak ada duanya di Makassar.(*)

Tampilan Baroncong NTI yang melegenda:


buroncong NTI 4
(Foto: Baroncong NTI yang legendaris dan laris manis di Jl Perintis Kemerdekaan Makassar/Kamis, 19 Mei 2016/Bachry Ilman/GoSulsel.com)
buroncong NTI 3
(Foto: Baroncong NTI yang legendaris dan laris manis di Jl Perintis Kemerdekaan Makassar/Kamis, 19 Mei 2016/Bachry Ilman/GoSulsel.com)
buroncong NTI 2
(Foto: Baroncong NTI yang legendaris dan laris manis di Jl Perintis Kemerdekaan Makassar/Kamis, 19 Mei 2016/Bachry Ilman/GoSulsel.com)

LIHAT JUGA