Ini Wejangan Peneliti Bulukumba di Konferensi JAII

Rabu, 03 Agustus 2016 | 15:49 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Sebagian besar orang, menurutnya, hanya memahami Demokrasi sebatas permukaan yaitu dengan sistem pemerintahan yang menekankan kedaulatan rakyat melalui partai politik.

“Tidak banyak yang mengetahui, bahwa demokrasi didasarkan tidak hanya menekanakan kesetaraan individual maupun kesetaraan politik,”katanya peneliti berambut putih itu.

“Disatu sisi Demokrasi menekankan, bahwa sebagai manusia mempunyai harkat dan martabat yang harus dihormati,”tambahnya.

Mochtar menjelaskan bahwa secara harfiah Demokrasi mengakui, manusia sebagai makhluk yang lemah dan muda terjerumus pada aneka kesalahaan, penghianatan dan sikap tidak terpuji lainya.



“Demokrasi membuka jalan seluas-luasnya untuk melakukan cara tidak terpuji. namun juga harus tetap berkopetisi secara sehat dan tetap menjaga agar tidak terjadi disentrasi,”pungkas Mochtar.

Halaman: