(FOTO: Tape ketan hitam khas Sulawesi Selatan digandrungi karena kandungan ketan yang bergizi/Jum'at, 5 Agustus 2016/Andi Nita Purnama/GoSulsel.com)

“Si Hitam Manis” dari Makassar dengan Kandungan Gizi Mumpuni

Jumat, 05 Agustus 2016 | 13:45 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Suka berburu jajanan pasar? Kue-kue khas daerah yang dapat dijumpai di pasar tradisional ada beragam jenisnya. Seperti ‘Si hitam manis’ Tape dengan rasa berkarakter kuat.

Anda tentunya sudah mengenal kue lezat satu ini. Tape, begitu orang Sulawesi Selatan menyebutnya. Di Jawa sendiri tape dikenal dengan sebutan tape ketan hitam karena mereka menyebut singkong fermentasi dengan sebutan tape. Sedangkan di SulSel kita menyebutnya poteng.

Kabupaten Barru, Pare-Pare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Sengkang, dan Bone terkenal dengan produksi tape terbaik di SulSel. Jika Anda ingin menikmati tape, tak lagi mesti ke daerah tersebut karena sekarag sudah banyak dijual di Makassar, khusunya di pasar tradisional.

Tape berbahan pokok beras ketan hitam. Cara buatnya yaitu beras ketan hitam dikukus dalam dandang. Setelah matang dibentuk menyerupai bola-bola kecil. Biasanya tape yang sudah dibentuk tersebut diletakkan di dalam wadah yang dilapisi daun pisang.

Setelah itu, tape ditaburi dengan ragi dan kadang juga diberi taburan gula agar lebih manis. Tape dibiarkan dalam keadaan tertutup rapat selama beberapa hari hingga proses peragian dirasa sempurna. Proses ini biasanya 2-3 hari.

Menyantap tape juga perlu hati-hati. Tape yang sudah agak lama bisa memabukkan seperti reaksi setelah meminum alkohol. Tape juga sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita maag akut.

Halaman:

BACA JUGA