(FOTO: Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee -ACC-/Sabtu, 6 Agustus 2016/Muhammad Fardi/GoSulsel.com)

Tanggapan LBH Makassar Soal ‘Kicauan’ Mantan Deputi BNN Terkait Aparat Penyokong Narkoba

Sabtu, 06 Agustus 2016 | 18:34 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Mantan Deputi Bidang Pemberantasan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Mamoto, membeberkan pengalamanya saat menjabat dan terus membersihkan pejabat negara yang terlibat peredaran narkoba.

Pada acara diskusi bertema ‘Hitam-Putih Pemberantasan Narkoba’ di Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8), Benny menyebutkan pernah menerima laporan adanya kontainer dari China yang diduga berisi narkoba. Setelah ditelusuri, kontainer tersebut akan dibawa ke koperasi TNI di kawasan Kalibata.

Bahkan Benny menyebutkan pejabat Mahkamah Konstitusi (MK), Pilot, TNI, Polri, dan BNN pada waktu itu ikut terlibat. “Kita tahu sampai mantan ketua MK, Hakim, Pilot, TNI tiga angkatan bahkan sampai kolonel, Polri juga ada. Di BNN juga ada dokter dan PNS yang dipecat karena terlibat,” terang Benny, seperti yang dikutip Republika.com.

Terkait pemberitaan tersebut, sontak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar angkat bicara. Dimisioner Direktur LBH Makassar Abdul Mutalib mengatakan bahwa, pengakuan Benny tersebut harus menjadi koreksi untuk membongkar sindikat bekingan pengedar narkoba.



“Ini salah satu pintu untuk memulai membongkar sindikat oknum yang membekingi sindikat narkoba,” ujar Mutalib, dikutip dari rilis yang diterima Gosulsel.com.

Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi ini mengatakan, apa yang dikatakan oleh Benny Mamoto mungkin saja berkorelasi dari kesaksian Freddy Budiman yang diceritakan kepada koordinator KontraS, Haris Ashar.

Halaman:

BACA JUGA