(FOTO: Mayat perempuan yang ditemukan membusuk di kebun tebu di bone/GoSulsel.com)
#

Keji, Mayat Gadis di Kebun Tebu Bone Dibunuh dengan Cara Dicekik

Rabu, 17 Agustus 2016 | 19:19 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Fauzan - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com — Hermawati (23), gadis yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan membusuk di kebun tebu di Dusun Tappareng, Desa Lappoboase, Kecamatan Kajuara, pada Senin (15/8/2016) sekira pukul 18.00 Wita lalu ternyata dibunuh dengan cara dicekik.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat ditemui Rabu (17/8/2016). Dia menyebutkan bahwa dari hasil visum dan otopsi terhadap jenazah korban dia mati karena kehabisan oksigen.

“Dari hasil Visum dan otopsi sementara menggambarkan bahwa sebab kematian korban adalah karena tidak adanya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung Korban. Kematiannya disebabkan karena kehabisan nafas akibat cekikan,” kata Frans Barung.

Saat ini, lanjut Frans Barung, meski sudah mengantongi identitas korban, Tim Doktoral Forensik, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel tengah berupaya melakukan test DNA dengan kedua orang tua Hermawati. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mayat yang ditemukan membusuk itu betul-betul adalah Hermawati.



“Meski sudah mengantongi identitas mayat itu, Tim Forensik sedang berupaya mencocokkan DNA mayat tersebut dengan kedua orang tuanya,” terang Frans Barung.

Sebelumnya diberitakan, Beberapa hari yang lalu, warga  Dusun Tappareng, Desa Lappoboase, Kec. Kajuara, Digegerkan dengan penemuan mayat seorang gadis di semak-semak tebu pada Senin (15/8/2016) sekira pukul 18.00 Wita.

Halaman:

BACA JUGA