Pemkot Minta Anggaran MRR Tak Dibebankan di APBD

Senin, 29 Agustus 2016 | 16:01 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta pemkot berkonsultasi dengan pemrov jika menemui kendala soal pembangunan MRR. Bahkan dirinya menawarkan biaya dari perbankan untuk pembangunan MRR.

“Kalau dia menyerah,kasih gubernur. Kita akan selesaikan, kalau menyerah lebih bagus bilang, kita siap mengambil alih karena MRR untuk mencegah kemacetan. Jangan ada yang mundur, termasuk pembebasan lahan, tahun 2017 harus selesai,” jelasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Satuan Kerja (Satker) Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) IV, Rahman Jamil mengaku enggan berbicara soal pembebasan lahan. Ia hanya mengatakan pembebasan lahan yang awalnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota hingga saat ii belum ada perkembangan berarti.
“Saya malas kasih komentar kalau pembebasan lahan. Soalnya ya sampai sekarang ini belum ada perkembangan yang berarti. Kewenangan kita dasarnya dari mana. Yang jelas lahan yang kita kerja lahan yang bebas saja itu. Baru 800 meter,” ungkapnya.
Namun pihaknya tidak bida memastikan kapan jalan tembus ke Jl Leimena itu dapat difungsikan. Karena masih ada lahan 400 meter yang belum bebas di area tersebut. Diketahui bahwa rancangan fisik proyek jalan ini mencapai 7 km dengan anggaran RP174.4 milyar.

Halaman: