Warga Komplek Asrama Bara-baraya berunding dengan pihak Kodam

Listrik dan Air Hampir Diputus, Warga Sebut Kodam Tak Henti Meneror

Kamis, 08 September 2016 | 02:31 Wita - Editor: adyn - Reporter: Muhammad Nataz - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Rencana pemutusan arus listrik dan air di asrama Bara-baraya oleh Pihak PDAM dan PLN didampingi Dandim 1408/BS Makassar dan sejumlah personil TNI menuai tudingan. Warga setempat menilai aksi sepihak itu adalah salah satu upaya teror pihak Kodam untuk mengusir mereka.

Hal ini disampaikan oleh H Rasyid selaku Toko masyarakat setempat kepada Gosulsel.com sesaat setelah proses mediasi antara warga dan pihak Kodam berakhir, Rabu (7/9/2016) sekitar pukul 11.00 Wita pagi tadi.

“Pihak PLN dan PDAM katanya mau memutus arus listrik dan air pada beberapa rumah warga di asrama yang katanya tidak membayar. Tapi itu kan aneh kalau semuanya harus diputus, padahal kami hampir semuanya rajin bayar iuran, jelas ini ada hubungannya dengan rencana Kodam yang akan mengosongkan lahan asrama,” ungkap Rasyid.

Lebih lanjut Rasyid mengungkapkan upaya-upaya teror untuk menakut-nakuti warga sudah kerap dilancarkan pihak Kodam. “Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi, targetnya itu agar warga ketakutan dan pergi meninggalkan tempat ini,” sebutnya.

Rencana pemutusan listrik dan air tersebut pun diketahui batal dilaksanakan setelah Dandim 1408/BS Makassar Letkol Kav Otto Sollu melakukan mediasi dengan pihak warga setelah melihat situasi di lokasi semakin memanas, dan hasil mediasi berkesimpulan pemutusan tersebut, batal dilaksanakan.

“Sebagai sesama keluarga tentara, saya harap di antara kita tak ada yang mudah terprovokasi, mari dibicarakan dengan kepala dingin,” kata Otto saat proses mediasi berlangsung.


BACA JUGA