(FOTO: Gerbang perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Sultan Alauddin/Jum'at, 16 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Tahukah Anda? Di Gerbang Perbatasan Gowa-Makassar Ada Ukiran 2 Tokoh Kerajaan Gowa

Sabtu, 17 September 2016 | 08:00 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Gowa-Makassar, Gosulsel.com – Keramaian kendaraan berlalu-lalang di perempatan jalan Alauddin di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar jadi hal biasa tiap harinya. Pertumbuhan masyarakat dan perkembangan zaman yang pesat membuat seolah kota Makassar dan kabupaten Gowa ini merupakan satu kesatuan tanpa ada pembatas yang jelas. Terlepas dari kedekatan geografis dan historis antara keduanya.

Di jalan Sultan Alauddin, ada sebuah gerbang yang menjadi pembatas antara Makassar dan Gowa. Sebuah gerbang yang dibangun pemerintah Gowa sebagai simbol kedatangan maupun sebaliknya, kepergian dari wilayah tersebut.

Semenjak direnovasi sekitar tiga tahun lalu, gerbang tersebut seolah bermetamorfosis menjadi bentuknya yang indah. Sebagaimana yang diungkapkan Nurul, seorang ibu yang berdagang di sudut perempatan.

“Dulu masih dari besi itu gerbang. Sekitar tiga tahun lalu na direnovasi jadi besar begini. Dan bagus juga bentuknya,” terangnya.

Secara bentuk, gerbang ini memiliki desain yang megah. Dengan arsitektur tiang pilarnya menyerupai atap rumah bersegi empat dan bertingkat. Mirip dengan gaya atap rumah-rumah tradisonal orang Gowa-Makassar. Selain itu di kedua sisi tiang terpajang dua ukiran tokoh putra asli tanah Gowa, Syekh Yusuf dan Sultan Hasanuddin.

Sebagaimana kita ketahui, Syekh Yusuf dengan nama lengkap Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani ‘Tuanta Salamaka ri Goa’ merupakan seorang Waliullah, ulama besar Sulawesi Selatan kerabat dari kerajaan Gowa. Beliau pun memiliki hubungan dengan kerajaan Banten, bahkan memiliki banyak pengikut tidak sekedar di tanah kelahirannya tapi juga sepanjang Nusantara hingga mancanegara.

Halaman: