FOTO: Ketua LSM Paper Rahwamati Karim memaparkan aspirasi yang dibawakan oleh MPL, Nampak dalam gambar Ibu Elen barsama anak semata wayangnya, (kerudung putih)/Rabu, 25 Januari 2017/Zaini Salloko/Gosulsel.com

LSM dan DPRD Enrekang Minta Pabrik Aspal di Matua Ditutup

Rabu, 25 Januari 2017 | 23:10 Wita - Editor: Irwan Idris -

Enrekang, Gosulsel.com — Pada Rabu (25/1), sekelompok masyarakat yang tergabung dalam gerakan “Matua Peduli Lingkungan” (MPL) Kampung Matua, Kelurahan Buntu sugi, Kecamatan Alla’ Kabupaten Enrekang, mendatangi kantor DPRD Enrekang untuk menyampaikan protes terhadap aktifitas penambangan aspal PT. Nindya – Sejahtera KSO di daerahnya.

Gerakan MPL tersebut dimediasi oleh Lembaga pemerhati Anak dan Perempuan (Baper), bersama dengan beberapa LSM, yang dipimpin oleh Rachmawati Karim. Dalam kelompok tersebut ikut pula orang tua dari seorang bocah yang telah menjadi korban dari asap yang ditimbulkan oleh pabrik aspal milik PT. Nindya – Sejahtera KSO.

Aspirasi kelompok tersebut diterima oleh gabungan fraksi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Enrekang Arfan Renggong. Pertemuan tersebut menyepakati bahwa aktifitas penambangan PT. Nindya – Sejahtera KSO harus segera dihentikan.

“DPR telah merekomendasikan kepada pemda untuk menghentikan semua kegiatan dilokasi tambang tersebut, sebelum korban dimasyarakat bertambah. dulu kan baru uji coba, namun sampai sekarang ternyata masih beroperasi, seharusnya dilakukan peninjauan ulang terutama masaalah Amdalnya,” papar Arfan Renggong.

Andi Aswan, legislator dari PKS mengharapkan agar apapun alasannya tambang tersebut harus dihentikan, “Apapun alasannya tambang tersebut harus di hentikan dan RPS nyapun harus dikaji ulang,” tegas Andi Aswan.

Sementara Amiruddin yang lazim disapa Kacoa dari partai Gerinda meyatakan bahwa ARP sudah bagus, cuma bukan pada tempatnya dan Pabrik Aspal yang ada di Matua harap di hentikan dan di tutup. Kemudian dipindahkan ke tempat yang aman dan jauh dari pemukiman, “Pindahkan saja, di tempat lain yang lokasinya jauh dari pemukiman Penduduk,” pinta Kacoa.

Halaman: