Kisah Kakek-Nenek di Makassar Hidup Dikepungan Banjir

Selasa, 31 Januari 2017 | 15:44 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Harlin - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Sepasang kakek-nenek, Dg Ruppa (80) dan Summa (75) di Jalan Faizal 17, Lorong IV, Kecamatan Rappocini, harus menghabiskan masa tuanya ditengah banjir di daerah tersebut kala musim hujan tiba.

Keduanya tinggal di sebuah rumah beratap dan berdindingkan seng. Mereka pun sangat hati-hati saat berjalan di dalam rumah, karena sebagian besar lantai yang terbuat dari bambu telah rapuh.

Dg Ruppa mengatakan dirinya bersama sang istri tercinta sudah 17 tahun tinggal di rumah tersebut. Mereka menetap di rumah tersebut untuk menjaga amanah dari pemilik tanah, dimana rumah mereka berdiri.

“Sudah sekitar 17 tahun mi saya tinggal disini. Saya disuruh jaga ini rumah dari yang punya tanah, Lina yang sekarang tinggal di Ambon,” kata Dg Ruppa, Selasa (31/1/2017).

Dia mengatakan sebelumnya daerah yang mereka tinggali tak pernah dilanda banjir, namun setelah berdiri berbagai perumahan disekitarnya banjir pun melanda setiap musim hujan datang. Bahkan, ketika hujan lebat terjadi sebagian rumah mereka tergenang air hampir setinggi lutut orang dewasa.

Halaman: