
Di Upacara Adat “Kattobokko”, Petani Pikul Padi Keliling Kampung
Maros, Gosulsel.com – Salah satu cara masyarakat Maros untuk meluapkan rasa kegembiraannya saat panen padi tiba yakni dengan memikul padi yang baru saja selesai dipotong dengan menggunakan bambu. Padi kemudian diarak keliling kampung hingga sampai ke hadapan Karaeng Marusu’.

Luapan kegembiraan masyarakat Marusu’ itu dinamakan dengan upacara adat “Kattobokko” oleh Karaeng Marusu’. “Kattobokko” dilaksanakan sekali dalam setahun, tepat pada hari panen pertama di awal tahun.
Salah satu Keturunan dari Karaeng Marusu, A.Muslimin, Selasa (15/3/2017) mengatakan bahwa upacara adat Kattobokko merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan. Sebab, upacara ini dapat membina semangat kebersamaan masyarakat.
“Kita pikul dan dibawa keliling, sebagai simbol dari kegembiraan kami bersama masyarakat. Sekaligus membina gotong-royong agar tetap lestari di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Upacara adat yang digelar bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros ini, juga merupakan ritual turun-temurun dilaksanakan dengan harapan agar hasil panen tetap melimpah.
“Mudah-mudahan kegembiraan masyarakat akan hasil panen yang melimpah bernilai berkah dan tak henti-henti. Agar masyarakat sejahtera,” ujarnya.(*)

FOTO: Masyarakat memikul padi secara gotong royong dalam upacara adat Kattobokkong/Rabu, 15 Maret 2017/Muhammad Yusuf/Gosulsel.com

FOTO: Masyarakat memikul padi secara gotong royong dalam upacara adat Kattobokkong/Rabu, 15 Maret 2017/Muhammad Yusuf/Gosulsel.com