Danny Masih Butuh Demokrat Untuk Pilwalkot Makassar

Sabtu, 01 April 2017 | 16:03 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Partai Demokrat belum memberikan signal usungan pada momentum politik Pilwalkot Makassar tahun 2018 mendatang. Hal ini dikatakan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Hican Panjaitan saat memberikan keterangan pers usai meresmikan Kantor Baru DPC Demokrat Makassar di Jl Batua Raya, Makassar, Minggu (1/4/2017).

Dalam kegiatan itu turut hadir Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Wakil Wali Kota, Syamsu Rizal. Bahkan saat ditanya kemungkinan mengulang usungan Demokrat ke Danny – Ical seperti Pilkada 2013 lalu,  hinca masih enggan untuk memberikan signal.

Dia mengatakan, sebelum menentukan usungan, partai berlambang bintang mercy itu memiliki mekanisme partai. Dikatakanya, tahapan pendaftaran akan dia buka stelah menggelar rapat kerja nasional (Rakernas). 

“Izinkan kami untuk tertib disiplin administrasi partai. Tanggal 7 Mei kami akan Rakernas, setelah itu akan ditetapkan kapan mulai pendaftarannya,” ungkap Hinca.

Terpenting, kata Hinca, Demokrat merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun yang berniat ikut di perebutan kursi pemerintahan. Namun, ia menekankan, partai Demokrat merupakan partai yang besar.

Hanya memang, sejumlah kader Demokrat diisukan akan bertarung pada Pilwalkot tahun 2018 mendatang, diantaranya Deng Ical, Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali dan Aliyah Mustika Ilham. Kendati begitu, Hinca mengatakan Demokrat tetap terbuka untuk figur eksternal.

“Saya perlu sampaikan bahwa partai ini dibentuk untuk kader – kadernya, tapi kalau kader – kadernya belum cukup untuk bertarung, belum cukup untuk berkompetisi, maka sudah pasti akan terbuka untuk umum,”  kata Hinca.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa survei, elektabilitas, integritas dan indikator lainnya akan menjadi parameter dan catatan – catatan dalam mengusung pasangan calon. “Biarkan lah mereka berlatih dengan baik. Partai akan menentukan elektoral voting untuk memutuskan hal itu,” pungkasnya.

“Hanya orang-orang yang bernyali saja yang mau lewat partai Demokrat. Yang tidak punya nyali besar, pasti tidak mau lewat partai Demokrat,” tambahnya lagi.

Danny yang dikonfirmasi usai menghadiri kegiatan persmian kantor Demokrat Makassar soal sikap Demokrat yang belum memberikan isyarat dukungan di periode keduanya menilai itu adalah hal yang wajar. Danny mengaku sangat menghargai keputusan yang tidak gegabah itu.

Meski begitu, Danny tidak menapik bahwa dirinya masih berharap Demokrat ingin kembali meminangnya dalam kontestasi politik ke depannya.

“Saya kira namanya politik itu kita berharap didukung oleh partai. Bukan hanya Demokrat, tapi semuanya,” terang Danny.

Kehadiran Danny pada acara tersebut memang disambut baik oleh sejumlah kader Demokrat, bahkan yel – yel teriakan “Oppoki” terus terdengar hingga Danny meninggalkan lokasi tersebut. Menaggapi isyarat dukungan darik kalangan bawah partai Demokrat, Danny enggan untuk berspekulatif.

Diapun mengatakan, sejak didukung pada Pilwalkot 2013 lalu, Demokrat dengan Danny tidak bisa dipisahkan hingga saat ini. Dia bahkan blak-blakan menceritakan soal hormonisasi dengan Ketua DPC Demokrat Makassar yang saat ini juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Makassar.

“Berkat dukungan Partai Demokrat, R-APBD (2017) kita paling cepat disahkan. Itu berkat kepemimpinan Pak ARA (Adi Rasyid Ali) yang didukung anggota Fraksi Demokrat yang lain,” tutur Danny.

Lebih jauh Danny mengatakan, hal ini merupakan sejarah baru untuk kepentingannya bersama Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang tak lain juga merupakan kader Demokrat.(*)


BACA JUGA