(Foto: Danny Pomanto Menjemput Drone Telkomsel/Minggu, 1 Mei 2016/Fotografer: Satria Sakti/GoSulsel.com)

Danny Dinilai Lemah Tanpa Poros Kekuatan IAS

Kamis, 06 April 2017 | 15:33 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Simulasi paket pasangan calon tidak pernah lagi menyentuh nama Moh Ramdhan Danny Pomanto – Syamsu Rizal (Danny Ical) dengan tag name DIA. Bahkan isu yang berkembang hampir pasti Danny – Ical hampir pasti akan bercerai di Pilwalkot Makassar.

Apakah Danny mampu memenangkan Pilkada Makassar 2018 tanpa mengakomodir klan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin (IAS) ?

Kepada GoSulsel.com, Kamis (6//4/2017), Direktur Lembaga Survei Indonesia Development Engeneering Consultan (IDEC) Sulsel, Rahmat M Arsyad mengatakan Pilkada Makassar tahun 2018 memang masih cukup jauh tersisa waktu setahun lebih. Beberapa penantang mulai bermunculan, siap menghadapi petahana Ramdhan Pomanto.

Ditanya soal Danny Pomanto (DP) melenggang menuju kursi walikota tanpa poros kekuatan IAS melalui Ical, Arsyad menilai bahwa kemenangan paket DIA di Pilkada Makassar 2013 lalu tidak bisa dimunafikkan atas sokongan IAS.

“Saya tertarik melihatnya dari dua sisi. Pertama, menelusuri dan membandingkan kembali capaian suara DIA pada tahun 2013 dan kemenangan Ilham pada tahun 2008. Kedua, melihat capaian kinerja Danny Pomanto dan issue publik yang berkembang serta kemungkinan capaiannya di tahun 2018,” papar Arsyad.

Dijelaskannya, berkaca pada hasil Pilkada 2013 lalu, kemenangan Ramdhan Pomanto dan Ical dari sepuluh pasangan kontestan berada di angka 182.484 suara atau 31,18 persen. Capaian suara pasangan DIA ini, lanjutnya sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan suara Ilham Arief untuk periode sebelumnya tahun 2008 yang memenangkan Pilwali Makassar dari tujuh pasangan kontestan yang mencapai 370 ribu suara atau 67,06 persen.

“Fakta ini menjelaskan bahwa sekalipun Ilham secara terang-terangan mendukung Ramdhan Pomanto dan Syamsurizal pada Pilwali yang lalu, keterpilihan DIA hanya mampu menjangkau sekitar 40 % dari keberhasilan Ilham pada Pilwali sebelumnya. Kondisi ini, tentu menjelaskan bahwa representasi dukungan pribadi dan ketika dukungan tersebut didelegasikan akan tetap membangun jarak yang signifikan,” jelasnya.

Lebih jauh, dia mengatakan, Danny-Ical yang secara terang-terangan disokong oleh IAS di Pilkada 2013 lalu mampu mengakomodir 40 % raihan suara IAS di Pilkada 2008. Hal ini berarti hampir pasti kemenangan Danny-Ical atas konstribusi IAS.

“Kalau saya pertanyaanya begini, dimana basis pemilih Danny Pomanto di 14 Kecamatan di Makassar ? Kedua, basis pemilih itu biasanya ditentukan oleh faktor sosiodemografis hubungan seperti segmen kelas sosial seperti ekonomi dan hubungan kekerabatan bisa juga berbasis parpol,” ungkapnya,

“Modalitas itu menurut saya tidak dimiliki Danny Pomanto. Sederhanya modal beliau kira – kira apa saya belum tau juga ?,” tambahnya lagi.

Diapun mengatakan bahwa, bicara publik trush, pihaknya belum melihat hubungan yang kuat antara personalitas Danny pomanto dengan pemilik suara di Makassar.(*)


BACA JUGA