Kue Putu Cangkir yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan Kota Makassar

Putu Cangkir Kudapan Makassar yang Masih Digemari

Jumat, 21 April 2017 | 18:03 Wita - Editor: Irfan Wahab -

Makassar, GoSulsel.com – Bagi pecinta kuliner, kue adalah salah satu jajanan yang banyak dicari dan disukai masyarakat, salah satunya adalah kue khas tradisional Makassar, Putu Cangkir.

Putu Cangkir biasa ditemukan di beberapa jalan protokol di Makassar salah satunya terdapat di Jalan Hertasning Raya. Putu kini dikalahkan eksistensinya dengan hadirnya kue-kue modern yang kini menjamur di masyarakat.

Putu Cangkir ini terbuat dari tepung beras, tepung ketan dan parutan kelapa yang sudah diberi garam ini masih menjadi pangan yang dinikmati bersama minuman hangat di kala pagi atau menjelang sore hari.

Dg Tacu (35), asal Makassar yang sudah berjualan putu selama 4 tahun mengaku kalau Putu masih banyak dicari oleh beberapa masyarakat bukan hanya karena rasanya yang enak, namun harganya sangat murah, yakni berkisar antara Rp1000/bijinya.

Selain Putu merah yang banyak dijumpai, ada pula Putu putih, dan Putu hijau berisi gula merah dan kelapa.

Namun Dg Tacu hanya menjual Putu berjenis Putu merah terbuat dari gula merah dan Putu putih terbuat dari gula pasir.

Omset didapat Dg Tacu setiap harinya berkisar Rp100 ribu perharinya, hasil tersebut sudah bersih, karena lahan tempatnya menjual tidak memungut biaya pajak.

Sedangkan Hj Hasna (51) berdomisili di Nipa-nipa Antang Raya mengaku kalau hasil penjualan Putunya memuaskan, perharinya Hj Hasna bisa meraup Rp100-200 ribu perharinya.

Karena selain harga dan rasanya yang pas, kualitas Putu bisa bertahan selama 2 hari ini sehingga tetap laris.

Putunya pun hanya dibandrol Rp1000/bijinya dan memiliki varian rasa Putu, yaitu Putu merah, Putu putih dan Putu beras ketan. (*)

Reporter: Andi Gumuntiri/GoSulsel.com


BACA JUGA